Pasien Covid-19 Meninggal Terlantar, DPRD Desak Pemko Batam Sidak Rumah Sakit

Pasien Covid-19 Meninggal Terlantar, DPRD Desak Pemko Batam Sidak Rumah Sakit

Tony saat terkapar di RS Elisabeth Batam saat menunggu penanganan tenaga medis. (Foto: ist/Batamnews)

Batam, Batamnews - Pasca penolakan pasien Covid-19 yang merupakan warga Perumahan Kezia Residance, Toni Lukito oleh dua rumah sakit besar di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), hingga berujung kematian, mendapat perhatian publik.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman ikut menyayangkan sikap rumah sakit yang seolah tidak peduli kepada masyarakat.

"Seharusnya pihak rumah sakit harus memberikan pertolongan pertama pada pasien," kata dia, Selasa (29/6/2021).

Menurut Aman, dimasa pandemi Covid-19 saat ini, tidak ada alasan bagi rumah sakit untuk menolak pasien. Terlebih lagi pasien Covid-19.

Baca juga: Tak Mampu Tampung Pasien Corona, Wali Kota Rudi: RS di Batam Penuh

Berkaca dari permasalahan itu, ia pun meminta agar pemerintah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah rumah sakit di Kota Batam. Jika benar rumah sakit memang penuh oleh pasien, maka harus menjadi perhatian dan dicarikan solusi.

Namun sebaliknya, jika rumah sakit tak dapat membuktikan bahwa keadaan sedang penuh pasien, maka rumah sakit tersebut harus diberikan sanksi agar tidak terjadi hal serupa.

"Pemerintah dan Tim Gugus Tugas harus segera ambil langkah dalam hal ini," pinta Aman.

Sebagaimana diketahui, DPRD sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk tak menolak pasien. Bukan hanya pasien Covid-19, tapi juga pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan.

Baca juga: Jenazah Toni Lukita, Pasien Corona Telantar di Batam Dikremasi Hari Ini


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews