Duh, Atap Bangunan Polindes di Lingga Ini Terancam Ambruk

Duh, Atap Bangunan Polindes di Lingga Ini Terancam Ambruk

Plafon bangunan Polindes Dusun 1 Cukas, Desa Tanjung Irat yang sudah mulai bolong (Foto:ist)

Lingga, Batamnews - Berada jauh dari pusat kota, bukan berarti bangunan atau pun fasilitas umum harus diabaikan. Semua masyarakat memiliki hak yang sama, yakni mendapatkan pembangunan serta fasilitas-fasilitas yang layak.

Seperti halnya fasilitas kesehatan. Di Dusun 1 Cukas, Desa Tanjung Irat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), bangunan Polindes sudah sangat memprihatinkan.

Tempat bagi warga di perkampungan tersebut untuk berobat terlihat lusuh. Bukan hanya warga yang ingin berobat merasa tak nyaman, tapi bidan yang bertugas di Polindes itu juga merasakan hal serupa.

Baca juga: PPDB SD-SMP Dimulai 21 Juni, Kadisdik Lingga: Awas Pungli!

Kondisi bangunan yang lapuk, kemudian ditambah sejumlah bagian atap ada yang bocor, dikhawatirkan bila sampai masanya nanti akan ambruk. Bidan pun jelas tak nyaman dengan kondisi bangunan tersebut.

"Jujur dengan kondisi bangun seperti ini, tentunya tidak nyaman. Dan dikhawatirkan jika angin kencang bisa merobohkan atap," ucap Bidan Polindes Tanjung Irat, Laura Kristiani Pasaribu.

Harapan untuk mendapatkan perhatian, baik pembangunan gedung baru atau pun hanya sekedar renovasi tentunya ada di benak Laura. Ini tentu sebelum munculnya peristiwa yang dapat membahayakan dirinya, seperti ambruknya atap bangunan.

 

"Harapannya Polindes ini segera direnovasi agar bisa ditempati dengan nyaman," ucapnya.

Ternyata, kondisi bangunan yang lusuh ini kata Kepala Desa Tanjung Irat, Darwan belum diserahterimakan dari Pemkab Lingga kepada pihak desa. Dengan begitu, desa pun tidak bisa melakukan rehab atau renovasi.

"Bukan kita tidak mau merehab, sebab bangunan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Lingga dan belum diserah terima ke desa," tuturnya.

Baca juga: TMMD di Lingga Bangun Jalan Buka Keterisoliran Desa Marok Tua

Janji-janji manis salah seorang wakil rakyat pun ternyata pernah sampai ke desa ini. Saat reses, ada janji untuk merehab bangunan tersebut. Tapi sayangnya, hingga kini bangunan itu tak kunjung berubah.

"Ada anggota DPRD yang datang lalu berjanji untuk merehab, namun hingga saat ini tak juga terealisasi," cerita Kades.

Kondisi ini jika tak ada perhatian dari Pemkab Lingga melalui instansi terkait, tentu akan membahayakan bidan yang tinggal di Polindes.

"Karena kayunya juga terlihat lapuk dan atapnya juga bocor. Maka dikhawatirkan jika angin kencang dan hujan lebat dapat membahayakan bidan tersebut apabila tidak segera diperbaiki," pungkasnya.

(ruz)
Komentar Via Facebook :