Varian Corona India di Kudus, Bupati: Banyak Kematian Tanpa Komorbid

Varian Corona India di Kudus, Bupati: Banyak Kematian Tanpa Komorbid

Ilustrasi.

Kudus - Varian Corona asal India ditemukan di Kudus, Jawa Tengah. Ditengarai, varian baru Corona ini memicu kematian meski pasien yang terpapar tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Bupati Kudus, HM Hartopo menyebut selain karena penularannya lebih cepat, virus tersebut juga ditengarai menjadi penyebab tingginya angka kematian pasien suspek maupun konfirmasi Covid-19 di Kudus.

“Bisa kami lihat angka kematiannya ini tidak hanya yang ada komorbid atau penyakit penyerta saja, melainkan yang tanpa komorbid juga banyak,” kata Hartopo dilansir MuriaNews---jaringan Batamnews, Minggu (13/6/2021).

Bahkan, lanjut dia, banyak pasien juga meninggal di usia yang produktif. Tidak hanya pada lansia saja ataupun pada anak-anak.

“Tapi usia 30 tahun ya ada 35 tahun ya ada. Ini harus dipahami bersama dan harus diwaspadai,” ujarnya.

Baca: Varian Corona India Terdeteksi di Kudus, 28 Sampel Positif

Walau demikian, pihaknya berharap masyarakat tidak terlalu cemas akan hal itu. Yang terpenting, kata dia, adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan secara benar.

“Terus mencuci tangan, tetap menjaga jarak, dan yang terpenting tetap memakai masker. Apalagi ketika berada di ruangan dengan orang lain. Itu bisa sangat berbahaya penularannya,” kata Hartopo.

Masyarakat, lanjut Hartopo, juga diharapkan memahami proses penularan virus tersebut. Sehingga ketika mereka memahami, maka mereka akan memproteksi diri sendiri dari penularan virus tersebut.

“Kalau orang paham penularannya, maka akan semakin paham cara menghindarinya,” jelas Hartopo.

Diketahui, varian baru Covid-19 asal India atau B16172 terdeteksi menyebar di Kabupaten Kudus. Dari 34 sampel pasien Covid-19 asal Kudus yang diambil Kementerian Kesehatan, 28 di antaranya dinyatakan positif varian delta India.