Wawako Batam Positif Covid Walau Sudah 2 Kali Vaksinasi, Ini Kata Kemenkes

Wawako Batam Positif Covid Walau Sudah 2 Kali Vaksinasi, Ini Kata Kemenkes

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Dok. Batamnews)

Batam, Batamnews - Sudah divaksin sebelumnya sebanyak dua kali, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dinyatakan positif Covid-19. Amsakar membeberkan kronologi bagaimana ia dinyatakan positif di facebook.

Amsakar dan istri Erlina diisolasi di RS Awal Bros Batam saat ini. Ia mengaku sempat mengalami gangguan indera penciuman.

"Benar saya dan istri saya, positif Covid-19. Kami mengalami gejala yang berberda, saya kehilangan bau penciuman sedangkan istri saya mengalami demam tinggi," bunyi tulisannya melalui akun facebook.

Ia mengabarkan kondisinya bersama sang istri sejauh ini stabil. "Mohon doa seluruh masyarakat semoga kami benar-benar pulih," tulisnya lagi

Seperti diketahui Amsakar sendiri sebenarnya sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Ia bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam serta tokoh masyarakat dan tokoh agama menjalani vaksinasi Covid-19 di Panggung Dataran Engku Putri, Jumat (15/1/2021) lalu dan suntikan kedua 29 Januari.

Kok bisa setelah divaksin tetap terpapar Corona?

Kekebalan tubuh tidak bisa langsung terbentuk setelah divaksin COVID-19 sehingga kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus selalu diaplikasikan seluruh warga baik yang belum divaksinasi maupun yang telah menerima suntikan dosis vaksin pertama dan kedua.

"Kita perlu pahami meskipun kita sudah divaksinasi COVID kita masih memiliki risiko untuk terpapar dan tertular virus COVID-19," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu.

Meski demikian, dengan vaksinasi, diharapkan tubuh lebih kuat terhadap paparan virus COVID-19. Sehingga apabila tetap tertular, sakitnya ringan dan tidak mengalami gejala berat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menyebut, dibutuhkan waktu berminggu-minggu bagi tubuh untuk membangun antibodi setelah divaksinasi.

"Itu berarti ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan COVID-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan jatuh sakit," jelas CDC di laman resminya. Hal ini juga terjadi karena vaksin tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Pakar lain menyebut, rata-rata orang membutuhkan 10 hingga 14 hari untuk membangun sejumlah antibodi pelindung, tetapi setiap orang berbeda. Hal ini disampaikan Nicole Iovine, pakar penyakit menular dan kepala epidemiologi rumah sakit di University of Florida Health.

"Setiap hari, kemungkinan Anda terinfeksi sedikit berkurang," katanya. "Setiap orang dapat membuat respons kekebalan lebih cepat atau lebih lambat dari rata-rata," paparnya dikutip dari USA Today.

(fox)