Populasi Berkurang, Satwa Endemik Kekah Natuna Terancam Punah

Kekah Natuna

Natuna, Batamnews - Kekah merupakan hewan endemik yang berasal dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Hewan ini termasuk satwa langka yang hanya ada di Natuna, tepatnya di Pulau Bunguran Besar.

Berdasarkan penelitian Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi (PSBK) dan mahasiswa Program Pasca Sarjana, Biologi Konservasi, Universitas Indonesia (UI), Kekah Natuna hanya ditemui di Pulau Natuna (Bunguran Besar). Di pulau ini Kekah tersebar dalam beberapa tipe habitat dan ketinggian.

Habitat yang dihuni Kekah Natuna antara lain, hutan primer pegunungan, hutan sekunder, kebun karet tua, daerah riparian, dan juga ditemui beririsan dengan hutan mangrove dan kebun campuran. Namun sayang, di kepulauan ini belum ada kawasan perlindungan atau wilayah konservasi untuk satwa endemik Natuna seperti Kekah.

Selain itu, status endemisitas yang hanya terbatas pada satu pulau, ditambah perburuan yang tinggi untuk dipelihara dan dijual, serta belum ada usaha-usaha masyarakat untuk melindungi, menyebabkan Kekah Natuna sangat terancam punah.

Oleh karena itu, aksi perlindungan terhadap Kekah Natuna sangat mendesak untuk segera dilakukan. Bila tidak, dalam waktu dekat Kekah Natuna akan mengalami kepunahan, dan bumi akan kehilangan salah satu jenis primata endemiknya di Indonesia.

Kepala DLH Natuna, Boy Wijanarko (Foto:Yanto/Batamnews)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna, Boy Wijanarko mengatakan bahwa sebenarnya dirinya ingin di Natuna dibuat sebuah konsep mini zoo untuk pelestarian habitat Kekah Natuna.

"Terakhir pada saat pendataan dari UI pada tahun 2003 lalu, jumlah Kekah Natuna hanya tinggal belasan ribu, kini sudah hampir 18 tahun berlalu, kemungkinan jumlahnya tinggal ribuan ekor saja," ujar Boy kepada Batamnews, Senin (12/4/2021).

Untuk konservasi Kekah Natuna, konsep mini Zoo dianggap paling tepat. Sebab selain melindungi habitat Kekah Natuna, hal ini pun bisa dijadikan sebagai sebuah objek wisata untuk mengenal satwa endemik Natuna.

"Kedepanya kita akan melakukan sharing dengan LIPI untuk melakukan penelitian terkait Kekah Natuna, sebagai bentuk dukungan kita dalam melindungi habitat dari Kekah Natuna ini," sebutnya.

Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti (Foto: Yanto/Batamnews)

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti. Katanya, Kekah Natuna telah diakui dunia sebagai hewan khas Natuna, dan hanya ada di Pulau Bunguran Besar.

"Seharusnya kita bangga memiliki satwa endemik yang hanya ada di Natuna," ucap Ngesti.

Namun, dirinya pun menyayangkan, banyaknya perburuan liar dan pembukaan lahan yang dilakukan oleh masyarakat membuat Kekah Natuna kini semakin terancam punah.

"Sepuluh tahun lalu kita masih mudah menjumpai Kekah Natuna bila melewati jalan di daerah Batu Gajah, Bukit Arai ataupun di Ranai Darat. Tapi sekarang sudah sangat jarang kita jumpai lagi pemandangan seperti dulu," kenang Ngesti.

Dirinya berharap selain kepada pemerintah, masyarakat pun bisa bersama sama menjaga kelestarian dan habitat dari Kekah Natuna. Hal ini guna menjaga populasi Kekah Natuna yang saat ini sudah terancam punah.

(Yan)