Kosong Sejak Akhir 2019, Mal di Changi Dijual 38 Juta Dolar Singapura

Kosong Sejak Akhir 2019, Mal di Changi Dijual 38 Juta Dolar Singapura

Mal Liv @ Changi yang dijual 38 juta dolar Singapura. (Foto: Mothership.SG)

Singapura, Batamnews - Sebuah mal di Changi, Singapura dijual dengan harga 38 juta dolar Singapura. Padahal, mall tersebut tergolong baru namun kosong sejak akhir Desember 2019 lalu.

Mal bernama Liv @ Changi yang berada di sepanjang Upper Changi Road North dipasarkan sebagai "gedung komersial tiga lantai dengan hak milik baru" oleh perusahaan jasa real estat CBRE. 

Laporan Channel News Asia, Kamis (8/4/2021) menyebutkan mal tersebut pernah diberitakan kosong pada September tahun lalu, ketika pengembangnya, Fortune Assets Changi, mengatakan pihaknya berjuang untuk menarik penyewa karena pembatasan perencanaan dan pandemi Covid-19.

Kebijakan "circuit breaker" pada bulan April tahun lalu telah mempengaruhi sewa ruang ritel, sementara Urban Redevelopment Authority (URA) mencegah pengembang untuk membuka perdagangan seperti kafe dan restoran.

Pada Februari 2019, URA menolak permintaan pengembang untuk mengubah enam unit ruko di lantai satu dan dua menjadi restoran demi "menjaga kenyamanan warga sekitar".

Kepada CNA, URA menyampaikan bahwa mal itu tidak diizinkan memiliki restoran karena tanggapan warga tentang masalah lalu lintas dan parkir.

Warga yang tinggal di dekat mal mengatakan kepada CNA tahun lalu bahwa mereka telah menantikan pembukaannya untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Seorang warga berharap ada supermarket di dekatnya, menunjukkan bahwa toko terdekat ada di Loyang.

Direktur senior CBRE Clemence Lee mengatakan kurangnya fasilitas ritel dan fasilitas di lingkungan itu berarti bangunan tersebut dapat menampung penyewa utama seperti supermarket dan perdagangan pelengkap lainnya seperti pengecer kesehatan dan kecantikan, fasilitas penitipan anak, pusat kebugaran dan klinik.

"Sebagai alternatif, gedung juga dapat digunakan untuk perkantoran, sekolah komersial dan asosiasi, dengan persetujuan dari otoritas terkait," katanya dalam rilis berita.

(gea)