Lagu Protes Berkumandang di Persemayaman Kyal Sin

Lagu Protes Berkumandang di Persemayaman Kyal Sin

Kyal Sin, demonstran belia yang menjadi martir perlawanan rakyat Myanmar terhadap junta militer. (Foto: ist)

Dodo

Mandalay - Ratusan pelayat berkumpul jelang pemakaman Kyal Sin, demonstran berusia 19 tahun yang ditembak mati dalam demonstrasi menentang kekuasaan militer di Myanmar.

Angel, nama lain Kyal Sin, ditembak di kepala dan dibunuh di kota Mandalay pada hari Rabu. Ia tewas saat mengenakan kaus bertuliskan “Everything will be OK”.

Para pelayat, kebanyakan berusia muda, melewati peti mati Kyal Sin yang terbuka dan menyanyikan lagu-lagu protes, memberi hormat tiga jari untuk menentang dan meneriakkan slogan-slogan menentang kudeta militer 1 Februari yang telah menjerumuskan negara ke dalam kekacauan.

Angel adalah satu dari 38 orang yang tewas pada hari Rabu, menurut penghitungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seorang juru bicara junta tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari pembunuhan tersebut.

Sai Tun, 32, yang menghadiri pemakaman, mengatakan dia tidak bisa menerima apa yang terjadi padanya.

"Kami merasa sangat marah atas perilaku tidak manusiawi mereka dan pada saat yang sama sangat sedih," katanya kepada Reuters melalui telepon.

"Kami akan melawan kediktatoran sampai akhir. Kami harus menang."

Terlepas dari slogan di bajunya, Angel menyadari risikonya saat dia pergi ke protes, memposting rincian golongan darahnya, nomor kontak dan permintaan untuk menyumbangkan tubuhnya jika dia meninggal.

Ungkapan di kaus itu dengan cepat menjadi viral di media sosial di antara para penentang kudeta.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :