Tekan Angka Pernikahan Dini, Ini yang Dilakukan Dinas PPPA Natuna

Tekan Angka Pernikahan Dini, Ini yang Dilakukan Dinas PPPA Natuna

Dinas PPPA Natuna menetapkan Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Foto:Yanto/Batamnews)

Natuna - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), terus berkomitmen dalam menekan angka pernikahan usia dini di kabupaten tersebut. Berbagai cara pun dilakukan.

Seperti diantaranya menetapkan Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Natuna, sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, pada Jumat (5/2/2021) lalu.

Kepala Dinas P3AP2KB Natuna, Rika Azmi mengatakan, tujuan dijadikan Air Lengit sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak ini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak di kabupaten perbatasan tersebut.

"Selain itu, yang tak kalah penting yaitu menekan angka perkawinan anak usia dini dimana resiko perceraian di masa-masa ini sangatlah tinggi," kata Rika kepada Batamnews, Rabu (10/2/2021) kemarin.

Ia menjelaskan, Desa Ramah Perempuan sendiri dibentuk untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan mendukung kebijakan desa yang responsif gender. Kemudian meningkatkan pelayanan dan kemudahan aksebilitas remaja dalam mendapatkan pendidikan.

"Kita juga akan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan dan proses perencanaan di desa, memperkuat jaring sosial pengamanan pada perempuan dan anak, serta menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yuli Ramadhanita mengatakan bahwa karakter anak dibentuk dan sangat bergantung oleh lingkungan mereka.

Sikap orang tua yang kerap menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan akan menyebabkan anak takut dengan tantangan dan tidak sempat mengenal resiko. Untuk itu lah orang tua sebaiknya sejak dini mengajari anak untuk mengenal kegagalan. 

"Masa kecil anak sebaiknya ditumbuhkan sikap positif melalui penguatan yang baik. Tidak meremehkan kemampuan anak, memberikan pujian atau hadiah saat melakukan hal baik ternyata dapat membuat anak berpikir positif," pungkasnya.

(Yan)