https://www.batamnews.co.id

Aktivitas Penerbangan di Bandara Hang Nadim Selama 2020

(Foto: Margaretha/batamnews)

Batam - Bandara Hang Nadim di Kota Batam, Kepulauan Riau merasakan imbas hantaman dari pandemi Covid-19.

Ketatnya aturan bepergian bagi warga, menjadi salah satu penyebab aktivitas penerbangan di bandara tersebut merosot tajam pada 2020.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Amran mengatakan jumlah pergerakan pesawat di Bandara Hang Nadim tahun 2020 mengalami penurunan secara drastis. 

"Pada 2020 ini, kita terjun bebas," ujar Amran saat berada di Marketing Centre BP Batam, Rabu (10/2/2021).

Jika dibandingkan jumlah pergerakan pesawat tahun 2019 dengan 2020, ada penurunan sampai 58 persen. 

Secara rinci Amran memaparkan data pergerakan pesawat di Bandara Hang Nadim dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Ia menyebut pada 2013 jumlah pergerakan pesawat sebanyak 36.770, dan meningkat pada 2014 sebanyak 39.797. 

Kemudian pada 2015 tercatat sebanyak 41.078 dan terus meningkat pada 2016 sebanyak 48.620.

Pada 2017 tercatat sebanyak 45.452, lalu 2018 sebanyak 42.513 dan pada 2019 sebanyak 42.513.

Namun pada tahun 2020 turun drastis menjadi sebanyak 24.749.

Sedangkan untuk rata-rata pergerakkan pesawat per hari juga menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Pada 2013 mencapai 101, 2014 mencapai 109, 2015 mencapai 113, 2016 mencapai 133, 2017 mencapai 133, 2018 mencapai 124, 2019 mencapai 100. 

"Sementara pada 2020 hanya 60 saja," ujarnya.

Pergerakan Penumpang Anjlok

 

Kemerosotan juga terjadi pada pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim, Batam

Dari data yang dibeber Amran menyebut sejak 2013 terdapat tren kenaikan pergerakan penumpang.

Pada 2013 mencapai 4.212 orang dan meningkat pada 2014 sebanyak 4.773 orang.

Kemudian pada 2015 mencapai 5.031 orang dan terus melonjak pada 2016 mencapai 6.136 orang. Lalu pada 2017 mencapai 6.326 orang.

Penurunan pergerakan penumpang mulai terlihat pada 2018 sebanyak 5.623 orang, pada 2019 mencapai 4.535 orang dan puncak penurunan 2020 'hanya; mencapai 2.468 orang.

Sementara itu, Amran juga merinci pergerakkan kargo dari 2013 hingga 2020. Baik, barang yang datang (in) ataupun pengiriman barang keluar (out).

Pada 2013 jumlah barang datang sebanyak 22.874 ton, sementara yang keluar sebanyak 12.559 ton. 

Kemudian pada 2014 jumlah barang datang sebanyak 23.058 ton dan barang keluar sebanyak 10.058 ton.

Lalu, pada 2015 barang datang sebanyak 26.244 ton sementara barang yang keluar 12.091 ton. Pada 2016 jumlah barang datang sebanyak 27.762 ton sementara barang yang keluar 15.408 ton.

Tahun berikutnya yakni 2017 barang datang sebanyak 27.469 ton sementara barang yang keluar 20.853 ton. 

Pada 2018 barang datang sebanyak 28.830 ton sementara barang yang keluar 28.060 ton.

“Barang datang pada tahun 2019 mencapai 18.298 ton, sedangkan barang keluar mencapai 25.482 ton, lalu untuk pada tahun 2020 barang datang sebanyak 14.183 ton, dan barang yang keluar 15.448 ton,” pungkasnya.

(ret)