Data Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Berbasis DPT Pilkada

Data Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Berbasis DPT Pilkada

Ilustrasi.

Bintan - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 massal di Indonesia. Penerima vaksin nantinya akan merujuk kepada data pemilih pada Pilkada Serentak 2020.

Komisioner KPU Bintan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Haris Daulay, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan kembali Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2020 lalu. DPT itu dipersiapkan bukan untuk pemilu melainkan akan dipergunakan oleh Kemenkes RI.

"Semalam itu kami rapat koordinasi mendadak. Karena ada surat dari KPU RI terkait permintaan data DPT seluruh kabupaten/kota se Indonesia untuk Kemenkes RI," ujar Haris saat coffe morning pasca-pilkada serentak bersama rekan media di Hello Bintan Cottages, Desa Teluk Bakau, Sabtu (6/2/2021).

Haris menambahkan sebagaimana arahan dari KPU RI dari hasil koordinasi dengan Kemenkes RI. Berencana menggunakan DPT Pilkada Serentak 2020 lalu sebagai bahan atau acuan untuk data penerima vaksinasi.

Dengan begitu seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Bintan yang telah terdaftar di DPT secara otomatis akan terdaftar sebagai peserta yang disuntik vaksin covid-19.

"Kita akan persiapkan segala bentuk pendataan untuk membantu pemerintah dalam menyebarkan vaksin. Namun pihaknya tetap akan menunggu intruksi lanjutan dari KPU RI," jelasnya.

Selain persiapkan untuk kebutuhan Kemenkes RI. Data DPT Pilkada 2020 lalu itu juga dibutuhkan untuk Pemkab Bintan. Sesuai dalam amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan.

Maka dari amanat itu, KPU akan terus melakukan pemeliharaan, pemutakhiran dan penjagaan daftar pemilih dengan berkoordinas ke pemerintah dalam hal ini Disdukcapil dalam pelaksanaan pemilu kedepannya.

"Dua tugas itu yang kami lakukan sekarang sembari menunggu tahapan pelantikan kepala daerah terpilih," katanya.

Namu untuk kesiapan lainnya dalam menyongsong pemilu serentak kedepannya memang belum dilakukan. Sebab KPU Bintan masih menunggu keputusan dan kepastian mengenai pelaksanaan pemilu. Apakah dilaksanakan 2024 atau 2026.

Biasanya kalau pemilu tingkat nasional, sudah melakukan persiapan pendataan dan sebagainya dua tahun sebelum pemilu itu dilaksanakan.

"Jika memang pemilu serentak dilaksanakan 2024 maka tahun depan kita sudah mulai bekerja melakukan persiapan semuanya. Tapi karena belum pasti kita belum ada persiapan apa-apa kecuali DPT Pilkada tahun lalu itu," ucapnya.

(ary)