Pasca-insiden Ambruk, Pelabuhan Bulanglinggi Hanya Sisakan 1 Tangga Akses Penumpang

Pasca-insiden Ambruk, Pelabuhan Bulanglinggi Hanya Sisakan 1 Tangga Akses Penumpang

Korban tangga pelantar ambruk diselamatkan warga. (Foto: ist/Batamnews)

Dodo

Bintan - Pasca-insiden robohnya tangga Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan, Kepulauan Riau, aktivitas naik dan turun ke kapal cepat atau speedboat telah diatur. 

Otoritas pelabuhan mengatur secara bergantian satu persatu penumpang masuk dan keluar kapal melewati tangga lainnya.

"Ada tangga lain, tapi tidak ada tempat tambat talinya," ujar Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Rahmat, kemarin.

Sebenarnya, tangga itu tak dapat dipergunakan. Namun hanya tangga itu satu-satunya yang tersisa. Sedangkan ponton juga belum dapat dipergunakan karena masih dalam perbaikan pasca dilanda cuaca ekstrem awal tahun.

Kini para petugas terus memantau aktivitas keberangkatan dan kepulangan. Kemudian mengarahkan para penumpang agar secara beraturan turun naik tangga satu persatu agar keselamatan penumpang terjaga.

"Kita atur langsung agar penumpang tidak secara bersamaan menaiki atau menurun tanggal dari dan ke kapal," jelasnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, hanya tangga itu saja yang dapat dipergunakan. Namun pihaknya masih menunggu keputusan bersama terkait penggunaan Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban ini.

"Akses di dermaga ini tinggal satu tangga sedangkan lainnya rusak. Jadi kita tunggu keputusan dari pihak terkait apakah tetap digunakan pelabuhan ini atau dialihkan keberangkatan dan kepulangan dari Batam-Tanjunguban dan sebaliknya," katanya.

Sementara itu, warga setempat, Aan meminta tangga dan fasilitas lainnya di pelabuhan tersebut segera diperbaiki. Hal ini agar tidak ada penumpang atau warga yang jadi korban ketika menggunakan dermaganya.

“Harus segera diperbaiki lah, segera, jangan sampai kejadian lagi dan makan korban. Ini kan fasilitas umum dan soal keselamatan umum, jangan pakai lama,” ucapnya.

Seperti diketahui, enam orang tercebur ke laut akibat pijakan penghubung pelantar di Pelabuhan Tanjunguban ambruk, Jumat (29/1/2021) sore.

Keenam orang yang menjadi korban pelantar ambruk ini merupakan penumpang speedboat tujuan Batam. Diantaranya ibu-ibu.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :