559 Orang Petugas KPPS di Batam Reaktif Rapid Test

559 Orang Petugas KPPS di Batam Reaktif Rapid Test

Ilustrasi.

Batam - Dari 12.517 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), ada 559 orang yang reaktif saat dilakukan rapid test jelang pelaksanaan Pilkada.

Hal ini direspon serius oleh Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum. Selain menyiapkan anggota cadangan, Syamsul juga meminta mereka yang reaktif dilakukan rapid test ke dua kalinya.

Jika hasilnya masih sama, maka akan dilanjutkan kepada test swab. “Sebelum hasilnya keluar, mereka akan karantina dulu dan dicari penggantinya,” ujar Syamsul, Kamis (6/12/2020).

Menurut Syamsul masih ada waktu tersisa 6 hari lagi jelang pencoblosan pada 9 Desember 2020. Sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa melakukan sosialisasi kepada para petugas tersebut.

“Sosialisasi secara intens selama bisa dilakukan. Kita optimis Pilkada tidak akan ditunda. Karena, kita sudah memenuhi segala kebutuhan yang diharapkan," jelasnya.

Keyakinan itu diperkuat karena petugas KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah memiliki petugas cadangan untuk mengantisipasi hal tersebut. Pihaknya berharap tidak ada temuan kasus baru maupun klaster  terjadi usai Pilkada.
 
Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi menambahkan, petugas penyelenggara Pilkada 2020 yang berstatus reaktif tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan.

Hal ini merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) tentang panduan pencengahan pengendalian Covid-19.

"Sesuai ketentuan KMK tidak perlu di lakukan. Jika akan dilakukan juga lihat ketersediaan logistik dulu," ujar Didi.

(ret)