https://www.batamnews.co.id

Pemko Batam Bersiap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021

Siswa SD belajar di sekolah dengan tetap mengenakan masker (Foto:Adi/Batamnews)

Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam sedang mengkaji untuk proses pembelajaran tatap muka pada tahun 2021, setelah Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim memberikan sinyal positif untuk tatap muka proses pembelajaran.

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan, untuk proses persiapan pembelajaran tatap muka, pihaknya sedang melihat aturan mengenai pendidikan dan kesehatan untuk persiapan pertama.

“Aturan mengenai pendidikan yaitu aturan yang bersifat instruksi yang memperbolehkan suatu wilayah tersebut diperboleh untuk tatap muka, karena mau tidak mau semester baru nanti harus tatap muka,” ujar Syamsul di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (27/11/2020).

Menurutnya, aturan mengenai wilayah tersebut yaitu mengenai kategori zona, karena saat ini Kota Batam masih masuk zona merah. Jika diperbolehkan ada tatap muka, maka pihaknya segera melakukan persiapan teknisnya.

“Tentu ada kategori yang diatur, ini dulu yang perlu dipastikan,” kata dia.

Lalu persiapan kedua, yaitu koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri maupun Disdik Kota Batam. Kemudian persiapan ketiga yaitu konsultasi dengan tim gugus tugas Covid-19 Kota Batam.

“Apakah ada mudarat dan manfaatnya dibuka segera atau tidak,” ucapnya.

Kemudian Syamsul menjelaskan tatap muka dapat dilakukan dengan catatan untuk mempelajari kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penerapan untuk menjaga jarak.

“Biasa di sekolah itu 36 orang, dibuat jadi 18 orang, nah tentu dibuat shift,” katanya.

Lalu melihat stok hand sanitizer atau tempat untuk mencuci tangan, serta stok masker di sekolah. Jika tidak memadai stok masker tersebut, maka pihaknya akan segera mendistribusikan.

“Pokoknya diserahkan dulu ke sekolah, bila perlu di gudang kita sampai kosong,” ucapnya.

Syamsul juga menambahkan izin orang tua untuk proses pembelajaran secara tatap muka juga menjadi prioritas, karena orang tua bisa membantu anak-anaknya dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak hanya orang tua, koordinasi dengan guru-guru juga penting,” katanya.

(ret)