Belanja di Pasar Hang Tuah Batu Besar Sudah Bisa Menggunakan QRIS

Pemerintah Kota Batam bersama kepala KPW BI Kepri dan Kepala BJB Cabang Batam saat meresmikan penggunaan QRIS di Pasar Hang Tuah. (Foto: ist)

Batam - Bank Indonesia bersama Bank Jawa Barat (BJB) Cabang Batam Launching dan Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran retribusi pasar dan transaksi pedagang di Pasar Hang Tuah, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Rabu (4/11/2020) siang.

Peluncuran aplikasi untuk memudahkan pembayaran pembelanjaan di Pasar Hang Tuah itu, juga dihadiri oleh pejabat Kota Batam seperti Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin dan Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau.

Kepala KPW Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmadja usai peluncuran mengatakan, dilaunchingnya QRIS hari ini di Pasar Hang Tuah agar dapat digunakan untuk transaksi retribusi pasar maupun pedagang. “Jadi hari ini sudah bisa digunakan oleh pedagang di sini (Pasar Hang Tuah),” ujarnya.

QRIS sebelumnya memang sudah diresmikan digunakan sebagai alat transaksi di tempat-tempat perbelanjaan di Kota Batam, baik di pasar tradisional maupun modern.

Untuk data terakhir penggunaan QRIS ini sampah akhir bulan September lalu sebanyak 46 ribu di seluruh Kepri. “Sebelumnya pada bulan Maret kemarin itu sebanyak 26 ribu yang menggunakan QRIS di Kepri,” ucapnya.

Untuk penggunaan aplikasi ini, Musni menyebutkan bahwa yang paling banyak menggunakan aplikasi ini ada di Kota Batam.

Sedangkan untuk perputaran transaksi selama peluncuran QRIS di Kota Batam ini, Musni mengatakan bahwa pada bulan Juni dan Juli 2020 lalu, sekitar Rp 5 miliar perbulannya.

Ditempat yang sama, Kepala BJB Cabang Batam, Asep Wahyu Ismail menyebutkan bahwa potensi implementasi QRIS di Kepri khususnya Batam dan Tanjungpinang ini sangat Banyak.

“Nasabah kami di Batam dan Tanjungpinang punya 8 ribu nasabah, dari 8 ribu itu kan banyak yang memiliki usaha-usaha selain UMKM, seperti komersial juga bisa,” kata Asep.

Namun dia mengakui bahwa untuk konsen dari BJB sendiri sebenarnya adalah pengusaha UMKM.

“Yang komersial sebenarnya bisa, tapi secara bertahaplah. Karena yang UMKM lebih simple, karena perorangan,” ucap Asep.

Asep berharap, meskipun aplikasi ini terbilang masih baru dan penggunanya terbilang masih sedikit, ia optimis kalau QRIS akan menjadi trend di masyarakat.

“Karena dunia digital ini kan nggak bisa di tahan-tahan, kemungkinan nanti akan meningkat signifikan ya. Karena ini tidak hanya buat pasar, kayak warung-warung, nasabah mikro BJB semua kami pasang QRIS,” ujar Asep.

(ude)

Berita Terkait