KPU Kepri Siapkan 9 Panelis Penguji Tiga Paslon Pilkada Kepri, Siapa Saja?

KPU Kepri Siapkan 9 Panelis Penguji Tiga Paslon Pilkada Kepri, Siapa Saja?

Debat publik calon gubernur / wakil gubernur. (Foto: ilustrasi)

Tanjungpinang - KPU Kepri segera menggelar debat publik, untuk mengadu strategi tiga paslon yang akan bersaing dalam Pilkada Kepri 2020. Sebanyak 9 panelis disiapkan untuk menguji kapasitas masing-masing kandidat dalam tiga sesi.

Komisioner KPU Kepri, Parlindungan Sihombing menerangkan, pada setiap sesi debat akan ada tiga panelis yang menjadi penguji kapasitas masing-masing kandidat.

“Debat publik ini kami agendakan pada bulan November 2020 nanti. Ada tiga kali debat, yang akan ditayangkan langsung di lembaga penyiaran nasional,” ujar Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) ini, Kamis (15/10/2020).

Masyarakat menurutnya bisa memberikan penilaian saat menyaksikan secara langsung melalui lembaga penyiaraan yang akan menjadi partner KPU Kepri.

"Tema besar yang akan menjadi fokus debat itu nanti sudah diatur dalam Keputusan KPU nomor 465/PL.02.4-Kpt/06/KPU./IX/2020. Mulai dari persoalan kesejahteraan, pembangunan daerah, menyelesaikan persoalan daerah, sampai memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tutur Parlindungan.

Untuk mensukseskan agenda strategis ini, pihaknya tengah menghimpun masukan dan syarat dari berbagai pihak maupun masyarakat.

KPU Kepri akan menyeleksi nama-nama yang diusulkan, apakah punya kapasitas untuk menjadi seorang panelis pada kegiatan itu nanti.

Selain itu syarat seorang panelis adalah dari tokoh masyarakat, akademisi, dan kalangan profesional. Orang-orang yang dipilih nanti adalah tidak berafiliasi dengan calon, partai politik, dan tidak pernah menjadi caleg.

“Makanya saat ini, kita sedang menghimpun usulan baik dari Kampus-kampus, organisasi jurnalis, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Kepri, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Kepri," tuturnya..

Output yang diharapkan dari agenda debat paslon ini, kata Parlin sebagai media penilaian bagi masyarakat. "Sehingga mereka bisa menentukan pilihan terbaik, bagi kepentingan pembangunan dan keberlangsungan Provinsi Kepri ke depan," tuturnya.

"Kita tidak boleh apatis, karena bagaimana nasib Provinsi Kepri kedepan tergantung pada pilihan kita. Maka dari itu, bagi memberikan gambaran tentang kapasitas masing-masing kandidat. Selanjutnya menjadi tanggungjawab masyarakat untuk menentukan siapa yang terbaik dan punya kemampuan untuk memimpin Provinsi Kepri lima tahun kedepan," katanya.

Seperti diketahui, ada tiga pasangan calon gubenrur dan wakil gubernur Kepri yakni Isdianto yang berpasangan dengan Suryani, Paslon Ansar Ahmad-Marlin Agustina, dan pasangan Soerya Respationo-Iman Sutiawan.

(sut)
Komentar Via Facebook :