Ini Alasan 8 Menteri Jokowi Gelar Rapat di Kepri

Ini Alasan 8 Menteri Jokowi Gelar Rapat di Kepri

Para menteri menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) di One-Tree-Hill Laguna Bintan Resort, Jumat (25/9/2020).

Bintan - Menteri yang tergabung dalam Komite Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) di One-Tree-Hill Laguna Bintan Resort, Jumat (25/9/2020).

Informasinya, rakorpim itu dihadiri 9 menteri bersama pimpinan kementerian/lembaga. Namun dari rapat itu dimulai hingga azan Salat Jumat berkumandang hanya 8 menteri yang hadir. Di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato.

Lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Perdagangan Agus Supramanto.

Sedangkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Maves) Luhut Binsar Panjaitan belum hadir dikabarkan masih dalam perjalanan. Kemudian tampak juga Kepala PNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani dan sejumlah pejabat tinggi di Pemprov Kepri, Kota dan Kabupaten juga turut hadir dalam agenda tersebut.

Selaku Ketua Komite PC-PEN, Airlangga Hartato mengatakan, rakorpim ini dilaksanakan di Kepri khususnya Kawasan Pariwisata Bintan Resort Lagoi, Kabupaten Bintan karena termasuk salah satu zona hijau di Indonesia.

"Selain Bali, Kepri memberikan sumbangsih besar dalam angka kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Jumlah wisatawannya mencapai 3 juta tapi hari ini turisnya hampir nol," ujar Airlangga.

Di masa Pandemi Covid-19 ini sektor usaha terdampak luas. Namun sektor pariwisata yang saat ini terbilang sangat terpukul. Sehingga upaya pemulihan ekonomi yang mengedepankan aspek kesehatan akan menjadi prioritas fokus utama pemerintah.

Biasanya dalam setahun sektor pariwisata bisa menyumbang pemasukan devisa sekira 15 miliar US Dollar. Namun dikarenakan pandemi covid-19, membuat devisa mengalami penurunan sekitar 90 persen.

Maka untuk sektor pariwisata harus benar-benar didorong untuk pemulihan ekonomi nasional. Seperti rakorpim ini menjadi salah satu upaya mendorong dimulainya kegiatan wisata dan optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event ini di Lagoi.

"Untuk pemulihan ekonomi didorong dengan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di lokasi destinasi wisata,” jelasnya.

Setiap pekan komite melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian dan realisasi Program PC-PEN. Meliputi pelaksanaan protokol kesehatan dengan kampanye 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dalam rangka mengurangi tingkat infeksi perlu disertai dengan penegakan disiplin.

 

Uji coba penegakan disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan di 8 plus 1 provinsi dengan tingkat infeksi dan penularan tinggi (zona merah) telah menunjukkan hasil yang baik. Penegakan disiplin ini pun akan terus dipertahankan beberapa bulan ke depan, supaya menjadi zona kuning dan kemudian ke zona hijau.

"Perlu melibatkan aparat keamanan, Polri dan TNI secara aktif, disertai dengan pengenaan tindakan mulai dari teguran hingga tindakan pidana,” katanya

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara klaster juga mulai menghasilkan kemajuan, sehingga isolasi akan dilaksanakan berdasarkan sumber penularan tanpa mengorbankan tempat lain.

Mereka juga belajar bahwa pendekatan one size fit all tidak tepat, karena memang setiap lokasi, klaster memang beda, sehingga program penanganan Covid-19 pun akan berbeda pula sesuai dengan karakter lokasi atau klaster tersebut.

"Upaya ini akan diperluas dan dilanjutkan supaya tingkat imunitas masyarakat meningkat secara signifikan hingga vaksin ditemukan dan terdistribusi dengan baik," ucapnya.

(ary)
Komentar Via Facebook :