Bertambah 19 Orang Positif di Batam, Termasuk Ibu-ibu yang Balurkan Liur Jenazah

Bertambah 19 Orang Positif di Batam, Termasuk Ibu-ibu yang Balurkan Liur Jenazah

Update Covid Batam 26 Agustus 2020.

Batam - Sebanyak 19 tambahan kasus dirilis tim Gugus Tugas Covid19 Batam, Rabu (26/8/2020). Mereka terdiri dari sembilan pria dan sepuluh perempuan.

Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing.

Dari 19 kasus baru ini, termasuk di dalamnya HLG, wanita yang dikabarkan membalurkan air liur jenazah pasien Covid ke wajahnya pada penjemputan paksa jenazah positif Corona di RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam pada Rabu (19/8/2020) lalu.

Meski disebut oleh Kepala Dinas Kesehatan Batam itu merupakan pengakuan sepihak wanita ini.

 

Berikut data tambahan pasien terbaru

 1. Pasien nomor 418 Kota Batam, berinisial AM, seorang laki-laki berusia 32 tahun merupakan anggota Polri beralamat di kawasan perumahan Buana Regency, Batam Kota. Pasien tersebut melakukan pemeriksaan swab mandiri di RS Bhayangkara.

 2. Pasien nomor 482 Kota Batam, berinisial R, seorang perempuan berusia 78 tahun merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) beralamat di kawasan perumahan Villa Mas, Batam Kota. Sebelumnya pasien ini memiliki riwayat demam disertai batuk pilek, dan saat ini sedang dirawat di ruang isolasi RS Awal Bros.

3. Pasien nomor 483 Kota Batam berinisial Y, seorang perempuan berusia 46 tahun merupakan Nakes-ASN beralamat di kawasan Perumahan Pustu Pancur, Sei Beduk. Pasien ini merupakan kontak erat dengan pasien nomor 399 Kota Batam.
 
4. Pasien nomor 484 Kota Batam berinisial DA, seorang laki-laki berusia 41 tahun merupakan wiraswasta beralamat di kawasan Perumahan Cendana, Batam Kota. Yang bersangkutan sebelumnya melakukan pemeriksaan RDT mandiri di RS Bhayangkara Batam.

5. Pasien nomor 485 Kota Batam berinisial TA, seorang perempuan berusia 37 tahun merupakan Nakes-P3K beralamat di kawasan Perumahan Puri Malaka, Sekupang. Pasien ini merupakan kontak erat pasien nomor 426 dan 428 Kota Batam.

 

6. Pasien nomor 486 Kota Batam, berinisial W, seorang laki-laki berusia 27 merupakan swasta beralamat di kawasan Perumahan Taman Kota Mas, Batam Kota. Pasien ini merupakan kontak erat dengan pasien 436 Kota Batam.

7. Pasien nomor 487 Kota Batam, berinisial MC, seorang perempuan berusia 23 tahun merupakan karyawan swasta beralamat di kawasan Perumahan Bida Ayu, Sei Beduk. Pasien ini merupakan kontak erat dengan pasien nomor 431 dan 442 Kota Batam.

8. Pasien nomor 488 Kota Batam, berinsial RS, seorang laki-laki berusia 58 tahun merupakan wiraswasta beralamat di kawasan perumahan Baloi Centre Kelurahan Baloi, Batam Kota. Pasien ini sebelumnya memiliki keluhan sesak nafas sekembalinya dari Jakarta.

9. Pasien nomor 489 Kota Batam, berinisial TH, seorang perempuan berusia 49 tahun merupakan IRT beralamat di kawasan perumahan Cendana, Batam Kota. Pasien ini sebelumnya mengeluhkan kehilangan Indra penciuman.

10. Pasien nomor 490 Kota Batam, berinsial AA, seroang laki-laki 57 tahun merupakan ASN Pemko Batam, berlamat di kawasam Perumahan Cendana, Batam Kota. Pasien ini merupakan kontak erat pasien nomor 489 Kota Batam.

 

11. Pasien nomor 491 Kota Batam, berinisial IKP, seorang perempuan berusia 18 tahun merupakan pelajar beralamat di kawasan perumahan Cendana, Batam Kota. Pasien ini merupakan kontak erat dengan pasien nomor 489 Kota Batam.

12. Pasien nomor 492 Kota Batam, berinisial JZ, seorang laki-laki berusia 63 tahun, merupakan karyawan swasta beralamat di kawasan perumahan Tangki Serinu Bukit Senyum, Batuampar. Pasien ini diketahui memiliki keluhan nyeri dada diserta batuk berdahak dan berdarah. Setelah dilakukan perawatan secara intensif di RSUD Embung Fatimah terlihat kondisinya semakin menurun dan akhirnya pada hari ini tanggal 26 Agustus 2020 dinyatakan meninggal dunia, untuk pemulasaran jenazahnya telah dilakukan secara protokol Covid-19.

13. Pasien nomor 493 Kota Batam, berinisial MK, seorang laki-laki berusia 27 tahun merupakan nelayan, beralamat di kawasan perumahan Pulau Sarang, Belakang Padang. Pasien ini diketahui memiliki keluhan demam disertai batuk berdahak serta memiliki riwayat penyakit kronis TB Paru. Setelah dilakukan perawatan secara intensif di RSUD Embung Fatimah terlihat kondisinya semakin menurun dan akhirnya pada hari selasa kemaren tanggal 25 Agustus 2020 dinyatakan meninggal dunia, untuk pemulasaran jenazahnya telah dilakukan secara protokol Covid-19.

14. Pasien nomor 494 Kota Batam, berinisial BJS, seorang laki-laki berusia 32 tahun merupakan karyawan swasta beralamat di kawasan perumahan Orchid Centre, Batuampar. Pasien ini sebelumnya melakukan pemeriksaan swab/PCR mandiri di Laboratorium Klinik Utama Mediplus Batam.
 
15. Pasien nomor 495 Kota Batam berinisial APM, seorang perempuan berusia 20 tahun, merupakan karyawan swasta, beralamat di kawasan perumahan Bukit Mangsang, Batuampar. Pasien sebelumnya melakukan pemeriksaan swab/PCR mandiri di Laboratorium Klinik Kesehatan Kerja Medilab Batam sehubungan kontak erat dengan pasien nomor 431 Kota Batam.

16. Pasien nomor 496 Kota Batam, berinisial MS, seorang perempuan berusia 47 tahun merupakan karyawan swasta, beralamat di kawasan perumahan Bukit Ayu Sukadai, Sei Beduk. Pasien melakukan pemeriksaan swab/PCR mandiri di Laboratorium Klinik Kesehatan Kerja Medilab Batam sehubungan kontak erat dengan pasien nomor 431 Kota Batam.

17. Pasien nomor 497 Kota Batam berinisial AP, seorang laki-laki berusia 34 tahun merupakan ASN-BP Batam beralamat di perumahan Tiban Koperasi, Sekupang. Pasien ini diketahui memiliki Keluhan demam dan batuk disertai hilangnya indra penciuman.

18. Pasien nomor 498 Kota Batam, berinisial INS, seroang perempuan berusia 27 tahun merupakan mahasiswa beralamat di kawasan Komplek Ruko Batama, Lubuk Baja. Pasien sebelumnya melakukan pemeriksaan swab/PCR mandiri di Laboratorium Klinik Gatot Soebroto Batam.

19. Pasien nomor 499 Kota Batam, berinisial HLG, seroang perempuan berusia 57 tahun merupakan pedagang Tos 3000 beralamat di kawasan perumahan Taman Marchelia. Pasien ini merupakan kontak erat dengan pasien nomor 433 Kota Batam. Saat ini pasien telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisi fisiknya dalam keadaan stabil namun demikian terlihat kondisi psikologinya mengalami gangguan.

(ret)