Corona Bikin Rugi, Maskapai Australia Bakal PHK Ribuan Karyawan

Maskapai Australia, Qantas bakal mem-PHK ribuan karyawan (Foto:ist)

Jakarta - Maskapai penerbangan Australia, Qantas akan memangkas sekitar 2.500 pekerja setelah membukukan kerugian tahunan akibat anjloknya okupansi penumpang di tengah pandemi virus corona.

Qantas dan anak usahanya, Jetstar, menyampaikan mereka juga akan melakukan outsourcing untuk kegiatan operasional darat di semua bandara domestik, sambil menunggu tinjauan akhir dari peran tersebut.

Hal tersebut dikarenakan adanya lebih dari 6.000 redundansi. Sehingga, perusahaan melakukan pemangkasan biaya sebesar US$10 miliar sebagai tanggapan atas periode paling menantang dalam 99 tahun sejarah perusahaan.

CEO Domestik Qantas Andrew David mengatakan, pemangkasan itu akan menghemat sekitar US$72 juta setahun.

"Saat ini, kapasitas domestik kami 20 persen dari tingkat sebelum Covid-19 dan perjalanan internasional diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Kami tahu pembatasan perjalanan pada akhirnya akan dicabut, tetapi pasar akan sangat berbeda," imbuh David.

Ia melanjutkan, lebih dari 200 pesawat Qantas juga telah dilarang terbang setelah pendapatan perusahaan turun 82 persen antara April dan Juni.

Pesaing utama Qantas, Virgin Australia juga mengajukan kepailitan secara sukarela pada April tak lama setelah Australia menutup perbatasan internasional dan perjalanan domestik anjlok.

Virgin telah menutup anak perusahaan anggarannya Tigerair Australia dan memecat 3.000 staf karena bersiap untuk peluncuran kembali di bawah kepemilikan baru raksasa ekuitas swasta AS Bain Capital.

Beberapa bagian Australia, yang telah mencatat sekitar 25.000 kasus virus corona dan 525 kematian hingga saat ini, tetap menjalani lock down sementara perjalanan antar sebagian besar negara bagian dibatasi.

Pejabat pemerintah mengatakan negara tersebut tidak akan membuka kembali perbatasan internasionalnya untuk pelancong sampai vaksin ditemukan.

(ruz)