Ekonomi Kepri Anjlok Hingga Minus 6,66 Persen

Ekonomi Kepri Anjlok Hingga Minus 6,66 Persen

Ilustrasi ekonomi anjlok

Tanjungpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merilis pertumbuhan perekonomian Kepri triwulan II 2020. Dimana perekonomian Kepri pada triwulan II-2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami minus 6,66 persen.

"Jumlah ini turun drastis dibanding pertumbuhan triwulan I-2020 (yoy) yang tumbuh sebesar 2,06 persen," kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kepri, Zunaedi, Selasa (5/8/2020).

Untuk pertumbuhan tertinggi year on year pada triwulan II-2020 dicapai oleh informasi dan komunikasi 17,29 persen, dan diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 9,60 persen, serta Industri pengolahan sebesar 1,34 persen.

Sedangkan pertumbuhan negatif tertinggi year on year pada triwulan II-2020 adalah jasa lainnya yang minus -96,11 persen. Untuk transportasi dan pergudangan -62,78 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum -57,32 persen.

Sementara bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan II-2020 secara year on year, Industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 0,51 persen.

"Dan diikuti informasi dan komunikasi sebesar 0,45 persen juga administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,23 persen," ujar Zunaedi.

Ditambahkannya, ekonomi Kepri di triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar -7,55 persen bila dibandingkan dengan triwulan I-2020 (q-to-q).

 

Tiga kategori yang mengalami kontraksi tertinggi adalah jasa lainnya sebesar -94,10 persen, kategori transportasi dan pergudangan sebesar -53,94 persen dan kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar -38,94 persen.

"Kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh sebesar 21,14 persen dan kategori informasi dan komunikasi tumbuh 11,23 persen," ujarnya.

Sedangkan, struktur ekonomi Kepri pada triwulan II-2020 masih didominasi oleh industri pengolahan 42,67 persen, Konstruksi 19,35 persen dan Pertambangan dan Penggalian 9,68 persen.

"Untuk andil pertumbuhan terbesar disumbangkan oleh kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,46 persen dan kategori informasi dan komunikasi sebesar 0,30 persen," jelas Zunaedi.

Sedangkan perekonomian Kepri secara komulatif triwulan II-2020 (c-to-c) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tumbuh -2,32 persen, tumbuh lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan II-2019 (c-to-c) yang tumbuh 4,72 persen.

Pertumbuhan tertinggi c-to-c pada triwulan II-2020 dicapai oleh kategori informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 11,60 persen, diikuti kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 8,06 persen dan industri pengolahan sebesar 2,79 persen.

"Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi di Kepri triwulan II-2020 secara c-to-c, Industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 1,06 persen, diikuti Informasi dan komunikasi sebesar 0,30 persen serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 0,18 persen," pungkas Zunaedi.

(sut)