Tim SAR Bintan Cari Nelayan Hanyut di Perairan Numbing

Proses pencarian nelayan hanyut di perairan Pulau Numbing, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. (Foto: Ary/Batamnews)

Bintan - Nelayan Desa Kelong, Acep dikabarkan hilang di Perairan Pulau Rinti, Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir (Binsir) sejak 5 hari yang lalu. Hingga kini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Mereka menyusuri seluruh perairan di lokasi kejadian.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Ulil Rahim, mengatakan nelayan yang dikabarkan hilang di sekitar perairan Pulau Rinti, Desa Numbing. Diduga kapal yang ditumpanginya tenggelam akibat dihantam ombak.

"Korban bernama Acep asal Desa Kelong. Dia dikabarkan tenggelam dan hilang di perairan sekitar Pulau Rinti. Kami bersama nelayan setempat dan Tim SAR gabungan lainnya masih melakukan pencarian," ujar Ulil, Minggu (2/8/2020).

Bedasarkan laporan yang diterima, kejadian itu pada hari Selasa (28/7/2020). Ketika itu Nakhoda, Nazir beserta ABK, Acep berlayar dari Desa Limbong Kabupaten Lingga menuju Desa Kelong Kabupaten Bintan dengan KM Maju Lagi sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah delapan jam perjalanan, Rabu (29/7/2020) sekitar pukul 04.00 dini hari kapal kayu tersebut memasuki perairan Pulau Rinti, Desa Numbing. Kapal yang ditumpangi Nazir dan Acep dihantam ombak tinggi disertai angin kencang dan tenggelam.

"Nazir (nakhoda) berhasil menyelamatkan diri menggunakan alat apung dan tutup fiber ikan, sedangkan Acep dikabarkan menghilang," jelasnya.

Acep diduga tenggelam terseret arus. Ia diketahui tidak mahir berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam. Apalagi di tengah gelombang kuat.

Mulai Kamis (30/7/2020) jajaran Polsek Bintim bersama masyarakat masih melakukan pencarian namun hingga kini, Minggu (2/8/2020) jasadnya belum berhasil ditemukan.

"Hingga kini belum ditemukan, kita juga sudah berkoordinasi dengan Instansi terkait, termasuk SAR untuk membantu melakukan pencarian," katanya.

Mantan Kaur Pamwal Spripim Polda Kepri ini mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan saat turun ke laut termasuk menyediakan alat keselamatan berlayar.

"Harapan kami agar masyarakat dapat menyediakan life jacket saat turun ke laut. Lalu lelengkapilah alat keselamatan berlayar dan jangan paksakan untuk turun ke laut jika cuaca tidak memungkinkan," ucapnya. 

(ary)