Sekolah di Karimun Mulai Buka, Satu Kelas Diisi Kurang dari 20 Murid

Sekolah di Karimun Mulai Buka, Satu Kelas Diisi Kurang dari 20 Murid

Pemandangan aktivitas belajar mengajar saat pandemi Corona di Karimun. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun - Sekolah di Karimun mulai menggelar pembelajaran langsung tahun ajaran baru pada Senin (13/7/2020). Protokol kesehatan diterapkan ketat dan satu kelas hanya diisi kurang dari 20 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Bakri Hasyim mengatakan seluruh siswa SD dan SMP yang masuk hari ini wajib menjalani pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki sekolah.

"Murid juga wajib menggunakan masker selama berinteraksi dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan belajar," kata Bakri, Senin siang.

Pihaknya bersama dengan instansi terkait memastikan langsung penerapan protokol kesehatan ini dengan mendatangi seluruh sekolah di Karimun.

"Alhamdulillah, secara keseluruhan sekolah- sekolah menerapkan anjuran sesuai dengan protokol kesehatan. Pagi tadi saya bersama jajaran langsung turun ke sekolah- sekolah untuk mengecek penerapan protokol kesehatan," imbuh dia.

Untuk di dalam kelas, kursi dan meja belajar juga disusun secara aturan, dengan jarak setiap tempat duduk murid. Satu kelas diisi kurang dari 20 siswa.

"Pantauan kita semua sekolah sudah menyiapkan, anak-anak juga memakai masker dalam proses belajar mengajar. Kita harap ini berjalan dengan lancar," katanya.

Pada hari pertama tahun ajaran baru, sekolah-sekolah di Karimun belum seluruhnya memulai proses belajar mengajar seperti biasa.
Ada sebagian sekolah yang hanya melakukan pengenalan lingkungan sekolah.

"Belajar efektifnya akan dimulai pada pekan depan. Hari ini, kebanyakan sekolah-sekolah masih dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," katanya.

Dikatakan Bakri, untuk proses belajar mengajar juga nantinya akan menerapkan pola On-Off, artinya setiap siswa akan belajar akan belajar secara tatap muka secara bergantian.

"Pekan depan juga proses belajar menggunakan sistem on-off, yakni satu hari belajar tatap muka, dan satu hari belajar di rumah. Jadi, setiap kelas yang memiliki 32 siswa akan dibagi dua, dan masuknya bergantian," kata Bakri.

Menurutnya, untuk saat ini pihaknya baru menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah jenjang SMP. Melainkan untuk satuan pendidikan jenjang SD dan TK masih menerapkan pembelajaran di rumah.

"Jadi masa transisi ini kita coba untuk SMP dulu. Setelah dua bulan nanti, apabila kondisi memungkinkan kita juga akan mulai menerapkan di jenjang lainnya. Ini arahan dari pak Bupati," ujarnya.
 

(aha)