Dugaan Mark Up Pengadaan Laptop Rp 22,2 Miliar
Gelar Demo, Mahasiswa Selidiki Pembelian Laptop Disdik Kepri ke Toko-toko
Pihak kepolisian berjaga-jaga di depan Kantor Disdik Kepri (Foto:Sutana/Batamnews)
Tanjungpinang - Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan (FMPK) Kepulauan Riau (Kepri) akan menggelar demo di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri. Aksi ini mereka lakukan terkait dugaan mark up proyek pengadaan laptop yang diduga merugikan negara.
Koordinator lapangan FMPK Kepri, Ramadhani mengatakan, rencananya aksi ini menurunkan kurang lebih 50 massa, dan akan melakukan orasi, membentang sepanduk juga menyebarkan selebaran.
"Kami merasa prihatin dengan dugaan mark up proyek pengadaan laptop di Disdik Kepri tahun anggaran 2019 itu. Apalagi dugaan mark up ini jumlahnya tidak sedikit," kata Ramadhani, dalam surat pengajuan aksi unjuk rasa, Selasa (7/7/2020).
Anggaran pengadaan laptop dengan pagu anggaran sebesar Rp 22,2 miliar dengan jumlah pengadaan sebanyak 2,400 laptop tersebut tegas Ramadhani, dalam proses pengadaannya diduga kuat adanya mark up anggaran.
Hal itu juga lanjutnya diperkuat dengan hasil investigasi yang telah dilakukannya di sejumlah toko elektronik.
"Kami sudah melakukan investigasi di beberapa toko elektronik dan ditemukan selisih harga yang cukup tinggi dengan apa yang di proyekkan Disdik Kepri," ujarnya.
Selain itu tambah Ramadhani, beberapa waktu lalu telah dipanggilnya sejumlah pejabat di lingkungan Disdik Kepri oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.
Dengan demikian, sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus sebagai bentuk pengawasan kebijakan di ruang lingkup pendidikan, pihaknya turun melakukan aksi dan mempertanyakan hal ini.
"Ini bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan di Kepri," katanya lagi.
Pantauan Batamnews di kantor Disdik Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, terlihat pihak keamanan dari Polres Tanjungpinang sudah turun dan siap dengan kendaraan lengkap.
Komentar Via Facebook :