Guru di Lingga Lewati Jembatan Lapuk Pergi Mengajar, Camat Singbar: Segera Kita Perbaiki

Guru di Lingga Lewati Jembatan Lapuk Pergi Mengajar, Camat Singbar: Segera Kita Perbaiki

Jembatan yang dilewati beberapa orang guru dari Marok Tua menuju Tanjung Paku untuk mengajar (Foto:tangkapan layar vidio)

Lingga - Jembatan penyeberangan di jalan setapak menuju Tanjung Paku, Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, yang kerap dilalui beberapa orang guru dari Marok Tua untuk pergi mengajar ke SDN 014 di Tanjung Paku, menunggu ambruk.

Meskipun ada akses lainnya menuju SDN tersebut, yakni melalui jalur Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, beberapa guru dari Marok Tua lebih memilih jalan ini karena jarak tempuh yang lebih dekat. Jika melewati jalan Desa Resang, jaraknya menjadi dua kali lipat lebih jauh.

Kondisi ini langsung direspon Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik. Ia mengaku akan segera mengambil langkah-langkah, salah satunya dengan cara memperbaiki jembatan tersebut, agar para guru bisa melintas dengan nyaman.

"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan gotong royong memperbaiki jembatan itu. Meski jembatan ini jarang dilalui warga dan hanya dilalui beberapa orang guru, ini tetap akan jadi perhatian kami pihak kecamatan," kata dia kepada Batamnews, Sabtu (27/6/2020).

Baca: Perjuangan Guru SD di Lingga, Lewati Jembatan Lapuk hingga Bibir Pantai Demi Mengajar

Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik (Baju putih) saat melakuka gotong royong perbaikan jembatan menuju Marok Tua beberapa waktu lalu (Foto:dok.pribadi)

Taufik turut menyampaikan permohonan maaf karena kondisi jembatan tersebut tidak terpantau olehnya. Hal ini kata dia bukan karena disengaja, melainkan karena jalan tersebut jarang dilalui warga dan hanya dilintasi beberapa orang saja, karena sudah ada jalan baru dari Desa Resang.

"Saya minta maaf sekali karena jalan ini luput dari pantauan saya. Tapi meski bagaimana pun juga, kami dari pihak kecamatan akan mengunjungi lokasi dan melakukan gotong royong bersama-sama," sebutnya.

Ia menilai, jembatan yang dilewati Sumiyati guru honorer di SDN 014 Singkep Barat, bersama beberapa orang rekannya dari Desa Marok Tua memang sudah sangat tidak layak untuk dilintasi. Jembatan tersebut kata dia seharusnya sudah tidak dilewati lagi karena kondisi yang membahayakan.

"Saya sudah koordinasi dengan kepala desa setempat. Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan melakukan perbaikan. Kita harus sama-sama peduli terkait kondisi ini. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Wakil Bupati, dan Insya Allah Pak Wakil juga jika tidak berhalangan akan turun ke lokasi ini," ujar Taufik.

Ia pun berharap, para guru tersebut dapat bersabar. Taufik mengaku juga tak menginginkan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut melintasi jembatan yang hampir ambruk ketika pergi mengajar, karena hal ini dapat membahayakan para guru tersebut. Selain itu, semua pihak juga diharapkan peduli terhadap kondisi ini.

(ruz)
Komentar Via Facebook :