Ini Alasan BP Batam Tutup Telaga Bidadari Mukakuning

Ini Alasan BP Batam Tutup Telaga Bidadari Mukakuning

Telaga Bidadari di kawasan Mukakuning. (Foto. Dok.Batamnews)

Batam - Beredar video petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penegasan terhadap warga yang berwisata di Telaga Bidadari, kawasan Mukakuning, Batam. 

Dalam video tersebut juga disebutkan bahwa akan dilakukan penutupan Telaga Bidadari karena kawasan tersebut bukanlah kawasan wisata, melainkan hutan lindung. 

Asisten Manajer Bendungan dan Tangkapan Air, Mayrobi Firnanda membenarkan adanya video tersebut, sembari mengungkapkan alasan penutupan Telaga Bidadari. 

"Dilarang (dikunjungi) dalam waktu tertentu, sampai semuanya selesai kami sweeping seluruh waduk di Kota Batam," kata Robi saat dihubungi Batamnews, Sabtu (13/6/2020). 

Robi membeberkan bahwa Telaga Bidadari bukanlah area wisata melainkan aset BP Batam sekaligus hutan lindung. Dimana tidak semua masyarakat bisa bebas masuk ke kawasan tersebut.

Terlebih, Telaga Bidadari merupakan inflow air Waduk Mukakuning yang saat ini kondisi waduknya telah kering dan tangkapan airnya sudah tidak andal. 

"Jalur masuk air ke Waduk Mukakuning itu harus kita bersihkan tanpa ada hambatan agar tidak menggangu kualitas air baku dan kontinuitas air baku itu sendiri. Akhirnya kami sepakat untuk menjaga dan mengoperasikan seluruh kegiatan yang menghambat arus masuk dan menjaga agar arus masuk tetap bersih," ujar Robi. 

Telaga Bidadari dan kawasan hutannya sangat berperan besar terhadap ketersediaan air di Batam. Dimana posisinya berbelakangan punggung dengan Waduk Tembesi dan Waduk Sei Ladi, serta sumber airnya berpengaruh terhadap waduk Duriangkang. 

Selain itu, hutannya juga bersinggungan dengan Waduk Sei Harapan. Selama ini aktivitas ilegal di Waduk Mukakuning juga cukup banyak sehingga harus segera ditertibkan oleh Ditpam BP Batam dari kawasan tersebut. Begitupun tangkapan air di waduk lainnya. 

"Karena Waduk Mukakuning banyak sekali kegiatan yang harus kami sosialisasikan dan kami keluarkan dari daerah tangkapan air Begitupun waduk lainnya. Setelah ini dinyatakan steril seluruh waduk baru kita buka untuk umum terutama untuk komunitas yang menggunakan fasilitas hutan," ungkap Robi. 

Saat ini, Ditpam BP Batam terus gencar melakukan sosialisasi terhadap warga terkait penutupan sementara Telaga Bidadari. 

Sosialisasi dilakukan secara tatap muka agar warga turut berperan mensosialisasikan kepada warga  terkait upaya tersebut, salah satunya dalam video yang beredar. 

"Seminggu sebelum video itu beredar kami juga sudah sosialisasi ke pihak-pihak agar tidak mengambil pungutan liar dan membongkar seluruh seluruh atribut yang menandai bahwa itu wisata Telaga Bidadari. Pos yang digunakan warga mengaku sebagai pengelola itu juga kita lakukan pembongkaran di hari yang sama," papar Robi. 

Efek dari edukasi tersebut berharap masyarakat ikut menjaga daerah tangkapan air. patroli jugabakan dilakukan rutin setiap minggu untuk mengawasi daerah tangkapan air. 

"Jadi kami tuntut kesadaran masyarakat lah menjaga ketersediaan air ini kan bukan hanya tanggung jawab kami namun juga beban berat seluruh masyarakat Batam yang mengonsumsi air," ucapnya. 
 

(das)