Kisah Budimin dan Teo Ching Kuan, Potret Kemiskinan di Batam

Kisah Budimin dan Teo Ching Kuan, Potret Kemiskinan di Batam

Anita, istri Budimin di rumahnya. (Foto: Dyah/Batamnews)

Muhammad Ikhsan

Batam - Selama 10 tahun tinggal di daerah yang dilengkapi kecanggihan teknologi seperti Kota Batam, dua saudara Budimin dan Teo Ching Kuan yang tinggal bersebelahan ini tidak pernah merasakan adanya listrik di rumah. Dua keluarga ini tinggal di Pancur Swadaya, Kecamatan Sei Beduk di bawah garis kemisikinan.

Sempat merasakan terangnya lampu sebentar, mereka harus rela aliran listrik mereka dicabut karena tidak mampu membayar tagihan. Faktor ekonomi menjadi alasan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Anita istri Budimin mengatakan, untuk mendapatkan air saja mereka harus berjalan kaki untuk meminta air sumur milik tetangga seperlunya. Ini untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kami sudah lama seperti ini, walaupun kata orang sekarang sudah enak tapi tetap saja kami tidak tahu rasanya listrik di rumah kami. Tapi pak RT yang baru, pernah mengatakan akan diuruskan dan benar-benar menjadi harapan kami," kata Anita, Jumat (24/4/2020).

 

Kondisi rumah Teo Ching Kuan.

Dua bersaudara dari Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun Kepulauan Riau ini, sehari-harinya hanya bekerja sebagai pengepul kaleng dan botol bekas untuk memenuhi biaya hidup.

Sedangkan Anita hanya bekerja sebagai pembersih sampah di tempat tetangga yang memiliki usaha jualan pempek.

"Sekarang pun cari kaleng susah, sudah banyak yang cari keliling pakai motor. Sedangkan harga kaleng dan botol bekas juga semakin murah. Paling dari hasil mulung sehari paling banyak hanya Rp 30 ribu itu pun jarang. Sedangkan saya penghasilannya hanya Rp 50 ribu sebulan," ujar Anita.

 

Sedangkan Teo Ching Khuan adik Budimin, memulung untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga.

Istri Teo tidak bisa membantu karena memiliki masalah kesehatan mental begitupun dengan anak laki-laki nya. Bahkan setiap harinya, tidak hanya mencari uang Tio, juga harus memasak untuk untuk anak dan istrinya.

"Dulu adik sempat tinggal satu rumah sama kami, tapi karena kondisi anaknya yang susah buang air besar di toilet, dan istrinya yang tiba- tiba bisa marah-marah, jadi memutuskan untuk membangun tempat sendiri di samping rumah," ungkap Anita.

Bangunan yang ditempati hanya berukuran 3×4 meter, ruangan nya hanya ada untuk tempat tidur dan dan kamar mandi saja. Bahkan pakaian mereka hanya digantungkan di seutas tali rafia di atas tempat tidur.

Ingin punya kompor gas

Walaupun di tengah kondisi ekonomi yang sulit, di usia tuanya mereka hanya memiliki keinginan sederhana. Anita hanya ingin memiliki kompor gas karena merasa penasaran melihat milik tetangga tempatnya bekerja, sedangkan Theo Ching Khuan hanya ingin memberikan kehidupan yang layak untuk anak dan istrinya di usianya yang kian senja.

Bantuan sembako yang diberikan pihak kelurahan dan Polsek Sei Beduk sebelumnya mampu memunculkan wajah ceria dari Theo Ching Kuan hingga saat ini.

 

Budimin dan istri, Anita

Budimin mengaku keluarga mereka sulit untuk mengetahui perkembangan dunia luar. Selain usia mereka yang sudah sangat tua, Anita dan Budimin mengaku tidak pernah pergi keluar komplek rumahnya.

Sedangkan adiknya tidak pernah meninggalkan rumah karena harus mengurus anak dan istrinya yang mengalami masalah kesehatan mental.

Sempat kerja sebagai pembuat arang

Sebelum tinggal di Pancur Swadaya, dua bersaudara ini sempat bekerja sebagai pembuat arang di daerah Tanjung Batu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun dan memiliki kebun di area hutan Duriangkang, Batam.

Setelah usaha arangnya tidak lagi berjalan dan kebunnya digusur, kemudian digantikan kavling di Pancur Swadaya mereka memutuskan untuk menempati rumah tersebut.

"Di sana (Tanjungbatu) kami juga tidak ada penghasilan lagi dan disini setidaknya ini rumah kami sendiri dan tidak perlu memikirkan biaya sewa," ucap Budimin.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :