TNI-Polri di Lingga Bagi Ratusan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

TNI-Polri di Lingga Bagi Ratusan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Kapolres Lingga bersama Danlanal Dabo memberikan sembako warga (Foto:ist)

Lingga - TNI-Polri di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, membagikan ratusan paket sembako untuk warga Negeri Bunda Tanah Melayu. Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI-Polri dalam upaya membantu masyarakat menghadapi wabah pandemi virus Corona (Covid-19).

Kegiatan sosial bagi-bagi sembako untuk masyarakat kurang mampu ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Provinsi Kepri, Rabu (15/4/2020) kemarin.

Kapolres Lingga AKBP Boy Herlambang, mengatakan bhakti sosial TNI-Polri tersebut sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada masyarakat yang dianggap kurang mampu secara ekonomi ditengah Pandemi Virus Corona (Covid -19) di wilayah Kabupaten Lingga.

"Lebih kurang sebanyak 335 paket sembako yang kita bagikan. Paket ini kita bagikan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Lingga yang kurang mampu, dan penerimanya sudah disurvei sebelumnya oleh masing-masing kantor desa setempat agar tepat sasarannya," kata AKBP Boy.

Adapun lokasi tempat pembagian sembako tersebut yaitu di Kelurahan Dabo, Desa Batu Kacang, Kelurahan Dabo lama, Kelurahan Sei Lumpur, Desa Tanjung Harapan, Desa Batu Berdaun, Desa Berindat, Desa Sedamai, Desa Lanjut, Pulau Lalang, Kelurahan Daik, Desa Musai, Desa Linau, dan Kelurahan Senayang.

Adapun isi paket sembako yang dibagikan tersebut berupa beras 5 kg, minyak goreng kemasan, telur, teh, kopi, dan mie instan. "Kegiatan ini juga dilaksanakan di jajaran Polsek dan TNI yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Lingga," pungkasnya.

Kapolres Lingga juga berharap kegiatan ini bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat Kabupaten Lingga ditengah Pandemi Covid-19. Kemudian kata dia, jajaran TNI-Polri juga mengimbau agar masyarakat menerapkan Sosial/Physical Distancing.

"Kami mengajak agar masyarakat selalu memakai masker, dan Stay At Home atau tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak," sebut Boy.

(ruz)