Mobil Avanza Terjun ke Jurang di Selat Lampa Natuna

Mobil Avanza Terjun ke Jurang di Selat Lampa Natuna

Mobil Avanza terjun ke jurang di Selat Lampa, Kabupaten Natuna. (Foto: Batamnews)

Natuna - Sebuah mobil Avanza terjun bebas ke dalam jurang di turunan Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Minggu (12/4/2020) siang. Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Pengendara mobil M Kunaifi (35) kritis dan dirawat di IGD RSUD Natuna. Sementara penumpangnya Fatimah, adik Kunaifi juga menjalani perawatan di ruang rawat bedah rumah sakit yang sama.

Kunaifi sebelum kejadian menjemput Fatimah di Pelabuhan Selat Lampa. Wanita itu sedang libur kuliah dari Tanjungpinang dan tiba dengan KM Bukit Raya. Dalam perjalanan pulang menuju kota Ranai, mobil yang mereka tumpangi seperti tak terkendali dan terjun bebas ke bawah jurang.

 

Evakuasi korban kecelakaan di Selat Lampa.

Kerabat korban, Tin mengatakan saudaranya itu baru saja pulang dari Tanjungpinang naik kapal Bukit Raya.

"Bang Kunaifi siang itu ke pelabuhan adiknya yang baru tiba dari Tanjung Pinang. Karena kuliah diliburkan makanya Fatimah pulang," ujar Tin saat dijumpai di RSUD Natuna.

Saksi mata, Ivan mengatakan mobil melaju dengan kecepatan tinggi. "Sewaktu sampai di tikungan dan posisi turunan, kami melihat mobil Avanza tersebut terbang dan terjun bebas ke dalam jurang. Buktinya pembatas jalan di tikungan tidak ada mengalami rusak sama sekali karena tak tersentuh body mobil," cerita Ivan.

"Kebetulan mobil kami di belakang mobil mereka. Ketika kejadian itu terjadi, kami langsung menghentikan mobil dan segera meminta bantuan kepada semua pengendara mobil lain yang lewat," ungkapnya .

Evakuasi berlangsung dramatis dikarenakan medan yang curam. Saat kami temukan posisi mobil dalam keadaan nyungsep. "Kedua orang di dalam mobil sadar namun dalam kondisi kritis," ujar Ivan.

Ia bersama warga lainnya membopong korban ke atas menuju jalan. "Setelah itu dengan menggunakan mobil warga kami mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD Natuna," sebutnya.

Ambulance sudah dihubungi. Namun karena jarak 80 Kilometer dari Ranai menuju Selat Lampa, tak mungkin menunggu ambulance datang. Evakuasi akhirnya dilakukan dengan menggunakan salah satu mobil warga. Korban dilarikan menuju rumah sakit.

"Tepat di tengah perjalanan kami berpaspasan dengan ambulance. Kunaifi kami pindahkan ke ambulance guna mendapatkan pertolongan pertama. Sementara Fatimah tetap di mobil warga dan langsung kita bawa ke IGD RSUD Natuna," sebut Ivan lagi.

Kecelakaan masih dalam proses penyelidikan pihak Satlantas Polres Natuna. Tim medis mengatakan Kunaifi masih belum sadarkan diri di IGD. Berutunng Fatimah tidak terluka parah.

Dugaan mobil terjun

 

Dugaan mobil terjun

Fatimah, salah satu korban mengatakan Kunaifi sempat mengeluh soal rem yang kurang baik saat perjalanan pulang.

"Abang sempat sebut remnya kurang bagus. Saya tak menyangka nasib nahas menimpa,"  ucap Fatimah sembari menahan sakit di bagian punggungnya.

Kunaifi masih belum sadarkan diri di ruang ICU. Sementara mobil nahas tersebut sampai saat ini belum dievakuasi dari jurang

(Yan)