Alasan RSUD Batam Pelayanan Tak Maksimal: Butuh 20 Menit Gunakan APD

Alasan RSUD Batam Pelayanan Tak Maksimal: Butuh 20 Menit Gunakan APD

Suasana rapat koordinasi DPRD Batam dengan Dinkes mengenai penanganan Covid-19. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Pelayanan RSUD Embung Fatimah tengah menjadi sorotan. Apalagi beredar chat keluhan dari pasien Covid-19 yang meninggal sebelumnya.
 
Wakil Direktur Utama RSUD Embung Fatimah, Sri Rupiati menyangkal bahwa pelayanan mereka kurang. Ia mengatakan kondisi pasien saat itu memang sudah menunjukkan gejala pnuemonia berat.

“Dua pasien positif dan satu pasien dalam pengawasan datang kesini sudah dalam kondisi pnuemonia berat,” ujar Sri dalam rapat koordinasi dengan DPRD Kota Batam, Rabu (2/4/2020).

Sebelum dirujuk ke RSUD Embung Fatimah, pasien 03 tersebut sebelumnya sudah dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Batam. “Waktu datang tanggal 23 Maret, jam 11, makanya perawat sudah langsung pakai APD,” kata dia.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang langsung melapor ke RSUD Embung Fatimah sudah ada yang sembuh dengan waktu yang singkat. Ia menyebutkan ada satu orang PDP berprofesi pramugari sempat ditangani oleh mereka. “Dan sudah banyak yang sembuh,” kata dia.

Kedepan, pihaknya meminta agar pasien terkait Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Embung Fatimah, kondisi harus dijelaskan dengan rinci. “Kami sudah berjuang maksimal. Info ini kalau bisa kami akan klarifikasi. Saya tau semua prosedurnya yang terjadi di (gedung) Kirana itu," katanya.

Sri juga mengakui bahwa dirinya sudah menjelaskan kepada pihak kerabat dan keluarga pasien mengenai prosedur di RSUD Embung Fatimah, dimana pasien dapat berkomunikasi dengan tenaga medis menggunakan handphone.

“Waktu itu, sudah bilang minta maaf, ke kerabat sudah saya jelaskan, bahwa saat memanggil perawat pun butuh 20 menit untuk pakai APD,” kata Sri.

Memakai, APD kata Sri tidak bisa buru-buru, contohnya saja sebelum memakai sepatu boat, alas kaki harus 3 lapis. “Kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin, dan tidak ingin ada pasien yang meninggal,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirut RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana mengakui sarana dan prasana di ruang isolasi gedung kirana masih belum memadai. Sehingga tidak dapat melayani pasien seperti yang diharapkan. “Mohon maaf atas kekurangan kami, kedepan tentu diperbaiki,” ujar Ani.

(ret)