Mahasiswa UIB Raih HAKI Desain Motif Batik Khas Batam

Mahasiswa UIB Raih HAKI Desain Motif Batik Khas Batam

Mahasiswa Arsitektur UIB menunjukkan desain batik yang meraih HAKI. (Foto: istimewa)

Batam - Enam belas mahasiswa Arsitektur Universitas Internasional Batam angkatan 2019/2020 berhasil mengukir prestasi dengan mendapatkan HAKI untuk desain motif batik.

Motif batik khas Kota Batam itu didesain oleh masing-masing kelompok (4 orang per kelompok) dan telah tercatat di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. 

Dalam prosesnya, para mahasiswa meluangkan waktu dan mencurahkan ide kreatif mereka selama satu bulan, mulai dari terjun ke masyarakat untuk survey ke para pembatik yang dinaungi oleh Dekranasda Kota Batam.

Mereka melakukan proses desain, konsultasi dengan para ahli batik di Batam, proses pembuatan cap, membuat kain batik dengan cap yang telah dibuat, sampai proses mendapatkan HAKI atas cap yang telah didesain. 

Empat motif batik yang berhasil mendapatkan HAKI antara lain motif “Bakau Madani” hasil desain dari mahasiswa/i Billy Shevriyanto, Al Ridho Wahyudi, Indah Yunita, dan Rickie Cung. 
Kemudian, motif “Periuk Kera Bersemi” hasil desain dari mahasiswa/i Coral Aswanti, Elva Christina, Elyn Fransiska, dan Aprilia Chandrawati. 

Motif “Marlin Bersaudara” hasil desain dari mahasiswa/i Carlos Willyam, Larassaty Vitrian, Suryanto, dan Mikel Owen. Motif “Kembang Gonggong” hasil desain dari mahasiswa/i Hendy Tan, Charlie, Kelvin Toh, dan Deviana.

Pencapaian 4 HAKI atas desain motif batik yang telah di desain oleh para mahasiswa Arsitektur UIB merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Program Sarjana Arsitektur dan para sivitas akademika UIB. 

“Sulit dipercaya bahwa desain batik yang kami buat bersama mendapatkan HAKI dan telah dicatat di Dirjen KI, kami semua sangat senang, dan bangga telah berkontribusi kepada UIB dan masyarakat atas prestasi yang telah kami raih bersama”, ungkap Billy Shevriyanto dalam siaran pers yang diterima Batamnews, kemarin.

(dod)