Rian Ernest: Kebijakan Liburkan Sekolah Belum Jitu Tangkal Corona

Rian Ernest: Kebijakan Liburkan Sekolah Belum Jitu Tangkal Corona

Rian Ernest dan Yusiani saat deklarasi maju pilwako lewat jalur independen beberapa waktu lalu (Fototo: istimewa)

Batam - Bakal Calon Wali Kota Batam dari jalur independen, Rian Arnest menilai kebijakan Wali Kota Batam Muhammad Rudi menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama 14 hari, sudah baik. Namun menurutnya, kebijakan tersebut belum tentu yang paling jitu.

“Data secara global menunjukkan angka risiko kematian karena pandemik Covid-19 jauh lebih tinggi di penderita usia lanjut, bukan usia anak sekolah,” ujar Ernest, Selasa (17/3/2020).

Menurut Ernest, jalan terbaik terhadap penanggulangan penularan Covid-19 adalah menyarankan agar dunia usaha melakukan pengurangan pertemuan yang tidak perlu.

“Batam yang memiliki infrastruktur teknologi yang baik, seharusnya bisa melakukan pertemuan atau diskusi secara jarak jauh. Termasuk juga saat bekerja, hal ini bisa dilakukan di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam,” sebutnya.

Ernest juga menyarankan kepada Wako Rudi yang juga sebagai ex-officio Kepala BP Batam untuk melakukan diskusi dengan video conference bersama para pelaku usaha, terutama manufaktur sebagai jantung ekonomi Batam.

“Agar ada lengkah meminimalisiri resiko penularan diantara karyawan pabrik,” kata Ernest.

Selain itu, bagaimana protokol di pabrik bagi karyawan yang terdeteksi flu atau batuk. Serta kesiapan dari perusahaan untuk memberikan antiseptik dan masker bagi karyawan.
 
“Lalu apakah ada jarak aman satu meter antara karyawan pabrik saat bekerja?,” ucapnya.

Ernest juga menyoroti penyediaan antiseptik di berbagai tempat umum. Karena menurutnya kesiapan antiseptik juga berpengaruh untuk dapat melindungi warga Batam dari penularan Covid-19.

“Karena Covid-19 bisa menular di tempat manapun baik tertutup baik terbuka,” kata dia.
 
Selain itu, Ia juga menyayangkan sikap Rudi yang menyelenggarakan acara pesta rakyat, Sabtu (14/3/2020) lalu. Acara tersebut dilaksanakan di tempat terbuka.

“Di saat seperti ini harusnya seorang pemimpin melindungi rakyatnya dari marabahaya,” kata dia.

Ia pun meminta Rudi dapat menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk monitoring, screening dan penanggulangan sampai pada level ICU untuk warga Batam.
 
“Data menunjukkan bila tidak dilakukan social distancing, angka pasien gawat bisa melonjak drastis dan tidak tertampung di RS. Alhasil, banyak bisa meninggal tanpa perawatan,” jelasnya.

Apalagi Batam merupakan pintu masuk wisawatan mancanegara (wisman), sehingga pintu-pintu masuk pelabuhan sudah wajib lebih ketat.

“Lebih baik berhati-hati dan ketat terhadap orang luar Indonesia, demi keselamatan warga Batam. Lebih baik meminum pil pahit sekarang agar bisa pulih kemudian, daripada menggadaikan keselamatan jiwa warga Batam sendiri,” ucapnya.

(ret)

Berita Terkait