Wako Rudi Rencana Rekrut Sopir Bimbar Jadi Sopir Trans Batam

Wako Rudi Rencana Rekrut Sopir Bimbar Jadi Sopir Trans Batam

Pengguna Trans Batam di Halte Batam Centre. (Foto: Dok. Batamnews)

Batam - Imej ugal-ugalan melekat di sopir angkot Bimbar selama ini. Apalagi kejadian kecelakaan kembali terjadi melibatkan angkot tersebut baru-baru ini. Seorang wanita, karyawan PT Epson tewas terlindas.

Wali Kota Batam, HM Rudi memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Rustam Efendi untuk mengedukasi para sopir angkot Bimbar.

“Saya minta Dishub untuk edukasi para sopir Bimbar, mereka membawa orang ramai, ada nyawa orang,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota, Jumat (21/2/2020).

Pemko tengah serius dengan upaya penindakan mobil angkutan umum yang tidak layak jalan. Selama ini ketegasan itu terkesan tidak ada. Konon banyak angkutan umum  yang tidak layak beroperasi di jalan.

Bahkan angkot Bimbar terlibat tabrakan maut di Bukit Daeng, Tembesi baru-baru ini terungkap sudah mati izin KIR nya sejak 2018. Pengemudi mengaku saat kejadian mobil tersebut mengalami rem blong. Polisi juga menemukan lampu sen yang tidak berfungsi pada kendaraan itu.

“Dari Dishub juga sudah komunikasi dengan kepolisian, supaya dijadwalkan operasi untuk razia,” kata Rudi.

Sambil itu berjalan, pihaknya tetap mengupayakan opsi lain. Termasuk penambahan Bus Trans Batam untuk mengakomodir kebutuhan transportasi di Batam.

 

“Kan makin lama mobil Bimbar makin tua, tidak layak lagi, dengan adanya penambahan bus bisa saja sopir Bimbar direkrut menjadi sopir Bus Trans Batam,” kata Rudi.

Pihaknya juga sudah mengajukan ke pemerintah pusat untuk penambahan bus baru. Ada 60 bus baru yang akan diajukan. Namun dari informasi diperoleh Rudi, pemerintah pusat tidak dapat memberikan bantuan dengan jumlah yang diajukan tersebut.

“Paling dikasih di bawah 60 unit. Kemungkinan dapat 20 unit saja, tapi kalau tak ada (bantuan pusat) kita (Pemko Batam) beli sendiri,” jelasnya.

Rudi mengatakan akan berkomunikasi dengan Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto terkait penambahan armada transportasi. “Permasalahan ini bukan permasalahan sendiri, pak gubernur juga tanggungjawab dong,” kata Rudi.

(ret)