Mewaspadai Kombatan ISIS Masuk Indonesia Lewat Jalur Ilegal

Mewaspadai Kombatan ISIS Masuk Indonesia Lewat Jalur Ilegal

(Foto: insider)

Dodo

Batam - Pemerintah menutup rapat peluang terhadap 689 eks anggota kelompok teror ISIS dari Indonesia. Muncul kekhawatiran, kombatan ISIS ini kembali ke Indonesia lewat jalur ilegal, khususnya melalui Kepulauan Riau.

Pengamat sosial dan politik Kepulauan Riau, Zamzami A Karim menyampaikan anggota ISIS eks WNI bisa menggunakan segala cara untuk kembali ke Indonesia.

"Jalur laut bisa mereka gunakan karena dipandang lebih longgar pengawasannya ketimbang melalui jalur darat yang melewati berbagai negara," kata Zamzami.

Menurut Zamzami, otoritas keamanan di Indonesia harus mewaspadai hal ini, terutama di wilayah-wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau.

Kewaspadaan ini harus terus dijaga, mendasarkan pengalaman dari kasus-kasus terorisme yang menjadikan Kepri sebagai pintu masuk.

"Memang, secara kultural, masyarakat Kepri tidak cocok dengan paham yang disebarkan oleh kelompok ini dan dari kasus-kasus yang ditemukan, mereka (teroris) hanya menjadikan Kepri sebagai daerah transit," ujar dia.

Selain kasus terorisme, Zamzami juga mencontohkan adanya pekerja migran ilegal yang sering keluar-masuk melalui jalur tak resmi.

"Ini penting untuk disikapi sekaligus diwaspadai," pungkas Zamzami.

Kecil Kemungkinan

Namun pengamat intelijen, Wawan Purwanto menilai peluang para kombatan ISIS kembali ke Tanah Air melalui jalur ilegal sangat kecil.

"Bisa dikatakan peluang (kembali ke Indonesia) itu tidak ada," kata Wawan saat berbincang dengan Batamnews, Jumat (14/2/2020).

Menurut Wawan, perjalanan pulang ke Indonesia para kombatan ISIS ini tak semudah seperti yang mereka lakukan ketika meninggalkan Tanah Air.

Bahkan, untuk meninggalkan Suriah, para kombatan ISIS ini juga tak mudah lantaran berstatus sebagai tahanan. 

"Mereka baru bisa meninggalkan Suriah jika ada permintaan dari negara asal dan hal itu berlaku untuk semua (kombatan ISIS) yang ditahan," ujar Wawan.

Disinggung dengan kondisi perairan di perbatasan, seperti Kepulauan Riau yang dipandang 'longgar', Wawan menimpali para kombatan ISIS tetap akan kesulitan masuk ke Indonesia.

"Sekali lagi, tidak ada peluang mereka masuk ke Indonesia secara ilegal," pungkas Wawan.

Polisi dan Imigrasi Siap Halau ISIS eks WNI

Kapolda Kepulauan Riau, Inspektur Jenderal Andap Budhi Revianto mengatakan pihaknya pihaknya tetap satu komando dengan apa yang sudah diperintahkan oleh Presiden.

“Sudah dengar kan apa yang disampaikan Presiden? Jadi ya sudah, kami tegak lurus (mengikuti perintah),” ujar Andap saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan kombatan ISIS masuk ke Indonesia secara ilegal, Jumat (14/2/2020).

Sedangkan, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Romi Yudianto mengatakan kecil kemungkinan Kepri akan menjadi pintu masuk kepulangan WNI eks ISIS tersebut. 

"Jaraknya Timur Tengah kan sangat jauh otomatis dia kan harus melewati beberapa negara dan di tiap negara itu pasti ada pemeriksaan. Jadi kecil kemungkinan untuk jalan ilegal," kata Romi, saat ditemui di Kantor Imigrasi Batam, Kamis (13/2/2020). 

Sedangkan untuk jalur legal, menurut Romi akan lebih sulit lagi karena imigrasi sudah memiliki prosedur ketat dalam pemeriksaan dokumen masuk. 

"Karena selama ini kita imigrasi border (perbatasan) itu juga selalu dijaga oleh petugas kita, ada Custom Imigration Quarantine, terus juga ada pos polisi atau angkatan laut, terus ada juga Polairud kecil lah kemungkinan memasuki perairan tanpa dokumen itu," ujarnya. 

Untuk langkah-langkah pencegahan, Imigrasi Batam masih akan melakukan pengawasan sesuai prosedur.

"Saya rasa masyarakat tidak perlu khawatir, percayakan saja sama petugas kita yang bekerja. Tapi tetep imigrasi akan bertugas sesuai peran dan fungsinya," jelasnya. 

Romi menyebutkan tidak adanya langkah-langkah pengetatan dari pihak imigrasi, karena tidak semua masyarakat yang datang dari Suriah adalah eks ISIS. 

Namun pihak imigrasi akan menindak dengan cepat jika ditemukan penyintas yang mencurigakan dari segi dokumen. 

"Dokumen yang mereka bawa kan jelas asalnya dari mana, siapa yang mengeluarkan jadi kami akan welcome saja terhadap semua penyintas dari Turki maupun Suriah," ucapnya. 

(ude/das)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :