Petugas Medis RS Casa: Kami Cuma Nanya Gaji Terlambat Malah Di-PHK

Para petugas medis RS Casa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemko Batam, Senin (10/2/2020). (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Setelah menggelar unjuk rasa di Pemko Batam, puluhan petugas medis RS Camatha Sadhidya (Casa) yang menjadi korban PHK mengadukan nasibnya ke pemerintah daerah. Mereka mengaku di-PHK sepihak oleh manajemen RS Casa.

Mereka didominasi perawat, bidan termasuk bagian laundry dan dapur. “Kami minta diperkerjakan kembali,” ujar Ketua PUK RS Casa, Maulida, di sela-sela aksi demonstrasi di depan kantor Wali Kota Batam, Senin (10/2/2020).

Ia menyebutkan biang masalah sebelumnya usai para perawat menanyakan masalah gaji yang terlambat. Biasanya kami terima gaji tanggal 1, namun hingga tanggal 4 Februari belum ada. Karena tidak ada kabar, kami tanya ke pihak manajemen,” aku Maulida.

Mereka justru mendapat surat PHK dari kuasa hukum RS Casa. Selain itu, sebagian dari mereka sedang tidak masuk kerja saat itu, karena mendapat shift lain pada saat surat PHK diterbitkan manajemen rumah sakit. “Apa salah kami menanyakan gaji kami?” jelasnya.

Maulida merasa kecewa dengan perlakukan RS Casa. Ia mengaku sudah 10 tahun bekerja.

Pihaknya meminta agar manajemen RS bisa memulihkan nama baik mereka. Karena selama ini dari pengakuannya, foto-foto mereka dipajang dan disebarluaskan ke grup-grup Whatsapp. “Padahal kami tidak merusak fasilitas rumah sakit, tidak ada mencoret, tapi kami malah diusir,” katanya.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, mereka meminta kehadiran pemerintah. Mereka juga meminta agar Wali Kota menemui dan mendengarkan keluhan tersebut.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Riama Manurung mewakili  Pemerintah Kota Batam menemui massa ini. Riama kemudian menerima tuntutan dari petugas medis RS Casa. Petugas medis melanjutkan aksi mereka di depan kantor DPRD.

(ret)
SHARE US :
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait