Pemprov Kepri Minta Dukungan DPR Realisasikan Jembatan Babin

Plt Gubernur Kepri dan Ketua Komisi V DPR RI saat meminta dukungan realisasi pembangunan Jembatan Babin. (Foto: istimewa)

Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus melakukan lobi-lobi untuk merealisasikan pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin).

Sejauh ini, pembangunan jembatan yang menghubungkan dua Pulau di Provinsi Kepri ini, hingga saat ini masih belum ada kepastian kapan akan direalisasikan pemerintah pusat.

Kegamangan dan keraguan terkait hal ini juga ditunjukan Pemerintah Provinsi Kepri. Dimana Plt Gubernur Kepri, Sekda Kepri dan jajarannya mendatangi DPR RI, meminta dukungan merealisasikan pembangunan Jembatan Babin tersebut.

Seperti diketahui, rencana pembangunan Jembatan Babin ini sudah dijanjikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dalam sejumlah kesempatan kunjungan kerja di Kepri.

Plt Gubernur Kepri Isdianto menjelaskan, kedatangannya ke DPR RI dan digelarnya Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi V DPR RI bukan tidak percaya dengan janji Presiden atas rencana pembangunan Jembatan Babin tersebut.

Namun menurut Isdianto, kedatangannya itu untuk memastikan mendapatkan dukungan dari Komisi V DPR RI yang memang tugasnya membidangi pembangunan infrstruktur.

"Ini kan proyek yang menelan anggarannya cukup besar mencapapai Rp 7tTriliun lebih. Sehingga harus didukung dan di kawal DPR RI agar bisa terlaksana," kata Isdianto pada acara di Gedung Daerah, Tanjungpinang, kemarin.

Selain itu tegasnya, kenapa harus melibatkan DPR RI dalam pembangunan Jembatan Babin ini, tujuannya agar ada rasa tanggung jawab. 

Sebab lanjutnya pembangunan Jembatan Banin ini merupakan marwah dan harga diri bangsa Indonesia, karena Kepri daerah perbatasan dengan sejumlah negara.

Presiden Jokowi, menurut Isdianto sudah setuju untuk nembangun Jembatan Babin ini, tapi kadang kala dibawahnya masih memikirkan anggaran dan aspek lainnya, sehingga perlu penegasan dan kepastian untuk mendorong yang dibawahnya ini.

"Saya percaya akan janji Presiden dan Jembatan Babin pasti akan dibangun. Kami tidak gamang dan ragu dengan janji itu," katanya menegaskan lagi.

Pada RDP dengan Komisi V DPR RI Isdianto mengatakan bahwa Jembatan Babin yang menyambungkan Kota Industri (Batam) dan Kota Pariwisata (Bintan) menjadi harapan besar seluruh masyarakat Kepri dalam meningkatkan kesejahteraan.

Keberadaan jembatan ini selain akan melancarkan arus barang dan orang akan dapat semakin melancarkan investasi dan banyak dampak positif lainnya yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat Kepri.

Untuk itu, Isdianto berharap kepada Komisi V DPR RI membantu perjuangan dan ikut mengakomdir upaya merealisasikan kapan Jembatan Babin akan mulai berjalan, terlebih Jembatan Babin merupakan salah satu proyek strategis nasional.

"Kami berharap dengan rapat ini ada titik terang agar secepatnya jembatan ini segera mulai dijalankan. Kami siap jika ada lagi dokumen yang dibutuhkan akan segera kami lengkapi," katanya dihadaoa anggita DPR RI.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan bahwa pada rapat ini pihaknya menerima dokumen usulan yang secara umum disampaikan pada rangkaian rapat dari Pemerintah Provinsi Kepri.

"Nanti kita rapatkan kembali dan akan dibawa ke Kementerian terkait agar segera dapat titik terang," kata Lasarus.

Lasarus juga yakin keberadaan Jembatan Babin menjadi hal yang strategis untuk memajukan daerah terlebih Kepri menjadi salah satu daerah yang berada di garda terdepan NKRI. 

(sut)