Mengenal Elsa Speak, Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Berbasis Artificial Intelligence

Mengenal Elsa Speak, Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Berbasis Artificial Intelligence

Vu Van, pendiri Elsa Speak. (Foto: istimewa)

Jakarta - Belajar berbahasa Inggris tak sesulit yang dibayangkan. Sebuah aplikasi baru lahir untuk memudahkan kita berbahasa Inggris hingga ke taraf penyempurnaan pengucapan.

Aplikasi tersebut bernama English Learning Speech Assitant (ELSA) dan dirancang oleh Vu Van pada 2015, dan berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat. 

Aplikasi ini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan speech recognition untuk membantu meningkatkan dan menyempurnakan pengucapan bahasa Inggris. 

Setelah satu tahun beroperasi, ELSA telah menjadi model bisnis untuk dunia startup di Vietnam ketika diumumkan sebagai pemenang SXSWEdu Launch 2016. 

Saat ini, ELSA telah digunakan di lebih dari 101 negara oleh lebih dari 6,5 juta user. ELSA juga terdaftar sebagai salah satu dari 13 startup teknologi yang menjanjikan di Asia Tenggara oleh South China Morning Post.
 
Selain berbagai pengakuan internasional, Vu Van juga telah membuktikan potensi ELSA dengan keberhasilannya mengumpulkan investasi sebesar total $ 12 juta, termasuk pendanaan sebesar $ 7 juta USD dari Gradient Ventures, yakni pendanaan Google untuk AI.

Vu Van, perempuan asal Vietnam ini menceritakan awal mula berdirinya Aplikasi Elsa yang berangkat dari pengalaman pribadinya. Ketika itu Ia pindah ke Amerika pada 2009 untuk menjalan studinya di Universitas Stanford. 

“Saya pindah ke Amerika untuk mengambil gelar MBA dan Master Degree. Tahun pertama saya di Stanford sangat menantang karena ketidakmampuan saya untuk berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Padahal, saya termasuk siswa berprestasi dalam mata pelajaran bahasa Inggris ketika saya sekolah di Vietnam,” kata Vu Van dalam sebuah wawancara bersama KrAsia.

Pengucapan merupakan tantangan terbesar dalam belajar bahasa Inggris, sehingga menjadi penghalang untuk berbicara dengan lancar dan percaya diri. 

“Di zaman sekarang ini, Anda perlu berbicara bahasa Inggris dengan jelas, dan dengan aksen yang bersih untuk berkomunikasi dengan baik di tempat kerja, sekolah, dan tempat lainnya,” ujar perempuan asal Ho Chi Minh ini dalam wawancara yang sama.

Dengan demikian, Vu Van memutuskan untuk mendirikan ELSA sebagai solusi dari masalahnya, yang menurutnya dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. 

“Kita tidak perlu lebih banyak orang lagi yang harus kehilangan peluang hanya karena keterbatasan bahasa Inggris,” ujarnya.

Melihat konteks di Indonesia, menurut English First English Proficiency Index (EF FPI), Indonesia menempati urutan ke 61 dari 100 negara dengan skor 50,06. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berbahasa Inggris di Indonesia masih sangat rendah. 

Padahal, kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan bagi para pelajar dan pekerja, terutama untuk studi ke luar negeri, dan kesempatan kerja yang lebih tinggi.
 
Saat ini, ELSA telah memperluas jangkauannya dengan membuka beberapa kantor representatif di India, Jepang, dan Indonesia. 

“Sebagai salah satu dari lima perusahaan AI terbaik, kami percaya bahwa jarak tak menghentikan kami untuk merekrut bakat-bakat terbaik di masing-masing daerah,” kata dia. 

Tidak seperti aplikasi lainnya yang hanya berfokus pada pembelajaran kosa kata dan tata bahasa saja, ELSA menggunakan teknologi speech recognition yang dapat membantu user untuk membantu meningkatkan dan menyempurnakan pengucapan bahasa Inggris mereka.
 
Dengan teknologi ini, ELSA dapat mendeteksi kesalahan pengucapan user dengan keakuratan lebih dari 95%. User juga dapat menerima advanced feedback untuk memperbaiki kesalahan pengucapannya. Ini merupakan salah satu hal yang membedakan ELSA dengan aplikasi belajar Inggris lainnya.
 
ELSA Speak menyediakan lebih dari 1.200 pelajaran serta lebih dari 60 topik bagi user untuk melatih pengucapan, mulai dari latihan pengucapan  kata, frasa, serta kalimat bahasa Inggris. 

Fitur lain yang ditawarkan ELSA adalah kamus interaktif, yang akan membantu user bagaimana cara mengucapkan kata atau frasa yang dicarinya.

“Visi kami adalah untuk membuat semua orang mampu berbicara bahasa Inggris dengan lancar dan percaya diri, dengan cara yang mudah,” jelasnya. 

Menurut Vu Van, ELSA Speak dapat meningkatkan kehidupan orang yang belum fasih berbahasa Inggris. Dengan lancar berbicara bahasa Inggris, maka akan ada peningkatan pendapatan. 

“Kualitas hidup mereka pun menjadi semakin meningkat. Dengan demikian, lebih banyak kesempatan terbuka bagi mereka," kata Vu Van.

(*)

(ret)
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait