Proyek Pollux Habibie Ambruk, Warga: Semua Rusak, Mobil, Rumah, Alat Elektronik, Mesin Cuci

Proyek Pollux Habibie Ambruk, Warga: Semua Rusak, Mobil, Rumah, Alat Elektronik, Mesin Cuci

Peristiwa ambruknya dinding pembatas proyek Pollux berimbas ke Perumahan Citra Batam. (Foto: Dyah/Batamnews)

Batam - Dinding pembatas gedung Pollux yang bersebelahan dengan perumahan Citra Batam roboh.

Dua Blok Perumahan Citra Batam dari Blok D dan hingga Blok C terdapat luapan air bah dan batu. Dari pantauan Batamnews, lumpur masuk ke dalam rumah warga.

Menurut keterangan beberapa warga, musibah itu terjadi saat air hujan turun di sore hari. Noviar, pemilik rumah di Blok D 142 yang berada di Blok ke dua dari perbatasan dinding mengaku terkejut saat pulang kerja.

"Saya pulang sekitar jam 5 sore tahu-tahu air sudah menggenang dari belakang rumah, sehingga dalam rumah penuh dengan lumpur," katanya.

Hal serupa diungkap oleh Levi Nurdiansyah pemilik rumah Blok D nomor 156 yang rumahnya terdampak langsung longsornya dinding pembatas tersebut.

Rumah yang terdampak langsung sekitar 10 rumah dari Blok D nomor 147 hingga 156. "Sampai sekarang saya belum cek belum bisa masuk rumah, tapi lihat ke Pandora gak bisa dan pas pulang udah rame," ujarnya.

Sampai saat ini Levi mengaku belum bisa masuk rumah karena tertimbun tanah dan brangkal bangunan.

"Jalannya bener-bener mati sudah ga ada jalan, gerbang rusak dan pasti peralatan dalam rumah juga rusak," ucapnya.

 

Gerbang rumah warga hancur

Jalan dialihkan.Pollux

Edi, pemilik rumah di Blok D nomor 154 menyebut, air setinggi lebih dari 1 meter sempat berputar di dalam rumahnya akibat arus deras yang menerjang rumahnya seiring ambruknya dinding bangunan Pollux tersebut.

"Saya memang tidak lihat awalnya, karena posisi lagi kerja. Saya tahu karena anak saya telpon teriak-teriak, dan posisi sudah hancur," katanya.

Edi juga menyebutkan gerbang rumahnya juga hancur karena tertimbun tanah dan material bangunan.

"Mesin cuci kebalik, motor kami juga tertimbun lumpur, seluruh alat elektronik rusak, bayangin saja kayak air bah gimana gak rusak rumah, bahkan mobil saja bisa bergeser," ujarnya.

Edi mengungkapkan, dinding pembatas sudah roboh, bahkan air masih mengalir dengan deras dari area Pollux.

Hingga saat ini, warga menyebutkan belum ada tanggapan dari pihak Pollux.

"Saat ini yang bergerak melakukan pembersihan, hanya dari pekerja yang empati bukan dari Pollux-nya," terang Edi.

(das)