7 Stafsus Jokowi dari Milenial, Moeldoko: Agar Istana Tak Jadi Menara Gading

Stafsus Jokowi dari kalangan milenial.

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan konsep serta alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk 7 staf khusus dari kalangan milenial (20-an sampai 30-an tahun). Moeldoko menyebut, Jokowi ingin stafsus muda bisa menjembatani antara Istana dengan publik dengan pendekatan baru.

"Sebenarnya begini, Presiden ingin ada yang menjadi jembatan, bridging. Bridging antara Istana dengan publik, bridging antara senior dengan junior, bridging antara orang yang gagap teknologi dengan yang maju di pemikiran teknologi. Semuanya perlu bridging," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Moeldoko menyebut Istana tidak ingin menjadi menara gading. Istilah ini merujuk kepada suatu menara tertinggi, nyaman dan juga indah, namun keindahan suatu menara menutupi kejadian realitas yang selama ini tertutupi dan dibalut oleh kenyamanan

"Seperti saya, bridging saya anak saya. Karena anak saya memahami perkembangan anak-anak muda sekarang, teknologi sekarang. Maka agar Istana tidak menjadi menara gading maka perlu ada penjembatan," ujar Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, banyak anak muda dalam negeri yang berjiwa nasionalis dan memiliki prospek cerah. Diharapkan, stafsus milenial pilihan Jokowi bisa terlibat dalam agenda pembangunan nasional.

"Anak-anak muda kita yang potensial, memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi. Justru mereka ini harus kita ke depankan dalam ikut terlibat pembangunan nasional," katanya.

"Jadi keterlibatan mereka di Istana, keterlibatan secara nasional, mewakili teman-teman kita di berbagai daerah, mewakili teman-teman muda yang ada di berbagai daerah. Sehingga melalui teman-teman ini lah bisa semuanya terkonektivitas," imbuhnya.

Seperti diketahui, Jokowi mengenalkan 7 staf khusus baru dari kalangan milenial, kemarin (21/11). Mereka adalah:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) - Founder dan CEO Ruang Guru

2. Putri Tanjung (23) - Founder dan CEO Creativepreneur

3. Andi Taufan Garuda Putra (32) - Founder dan CEO Amartha

4. Ayu Kartika Dewi (36) - Pendiri Gerakan SabangMerauke

5. Gracia Billy Mambrasar (31) - Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

6. Angkie Yudistia (32) - Pendiri Thisable Enterprise

7. Aminuddin Maruf (33) - Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII)

(*)


Berita Terkait