Musim Penghujan, Dinkes Batam Minta Warga Waspadai DBD

Musim Penghujan, Dinkes Batam Minta Warga Waspadai DBD

Fogging. (Foto: ilustrasi)

Batam - Musim hujan tiba, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berkembangnya nyamuk Aedes Agepty, pembawa penyakit demam berdarah (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan curah hujan saat ini semakin tinggi. Hal ini dapat menjadi faktor pendukung berkembang biak nyamuk.

"Apalagi kalau budaya 3M plusnya tidak ada," ujar Didi, Sabtu (16/11/2019).

Selama bulan November ini, pihaknya mencatat ada 17 kasus DBD. Penderitanya mayoritas dari kalangan anak-anak.

Sementara itu, sepanjang tahun 2016 hingga saat ini, angka penderita DBD yang ditemukan cenderung menurun. Tahun 2016 lalu jumlah penderita mencapai 966, Tahun 2017 turun menjadi 593, 2018 bertambah menjadi 639.

Meskipun masih turun-naik, angka DBD tidak pernah melewati penderita di 2016 lalu. Hal ini tidak lepas dari prilaku hidup sehat seperti 3M plus dan pembentukan kader juru pemantik (Jumantik) yang sudah gencar dilaksanakan di  masing-masing wilayah puskesmas.

"Trennya memang menurun. Tapi kalau bisa ditekan lagi tentu lebih baik. Sebab permasalahan DBD ini merupakan tanggungjawab bersama. Tidak saja pemerintah, melainkan juga masyarakat," sebutnya.

Berdasarkan data Januari hingga November, sudah ada 626 kasus DBD. Didi berharap di akhir tahun ini jumlah penderita semakin menurun.

Untuk itu, Ia mengimbau agar para orangtua lebih rajin mengecek bak penampungan air di sekitar rumah.

"Nyamuk berkembang biak itu di air bersih. Jadi penampungan air dan botol-botol menjadi tempatnya. Maka dari itu pengecekan lebih rutin agar bisa terhindar dari DBD," jelasnya.

Didi mengungkapkan , jika di lingkungan ada ditemukan penderita DBD positif, segera hubungi perangkat RT/RW untuk mendapatkan fasilitas fogging atau penyemprotan dari Dinkes.

Hal itu dikarenakan data dari rumah sakit terkadang tidak terkini, sehingga penangangan pencegahan DBD lambat ditangani.

"Makanya kalau warga merasa ada tetangga yang positif DBD langsung hubungi perangkat RT/RW biar anggota kami langsung turun," katanya.

(ret)