Nasib Imigran Pencari Suaka di Batam: Kami Seperti Tawanan!

Imigran asing dari sejumlah negara berunjuk rasa di depan Hotel Kolekta Batam menuntut kejelasan nasib mereka.(Foto:Yogi/batamnews)

Batam - Ratusan imigran pencari suaka terus melakukan unjuk rasa di depan Hotel Kolekta, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (12/11/2019). Unjuk rasa sudah dilakukan para imigran empat bulan terakhir. 

Seperti biasa, para imigran melakukan unjuk rasa dengan cara memegang selebaran bertuliskan protes mereka terhadap UNHCR. Mereka menuntut dipindahkan ke negara ketiga seperti Kanada dan Amerika Serikat. 

Para imigran pencari suaka ini mengaku proses yang lama membuat kejiwaan mereka memburuk, nasib yang tidak menentu, berjuang antara hidup dan mati, serta mereka mengaku kehidupannya seperti tawanan.

Salah seorang imigran, Esmatullah Shah (15) mengaku tidak tahan berada di pengungsian tersebut. Mereka ingin segera ke negara ketiga. 

"Kami sudah bosan dan ingin segera diproses," katanya. 

Esma mengatakan, unjuk rasa akan terus dilakukan setiap hari Selasa dan Jumat supaya suara mereka didengar PBB. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia ikut menyuarakan aksi tersebut. 

Di Hotel Kolekta saat ini terdapat 150 orang imigran pencari suaka, terdiri dari 70 KK dan 100 lebih anak-anak. Selain menjalankan aktivitas yang membosankan, para imigran juga tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan pendidikan yang layak. 

(tan)