Siswa di Bintan Dilatih Ekskul STEM Hadapi Era Industri 4.0

Program Ekskul STEM diterapkan di sejumlah SD Bintan untuk menyambut era revolusi industri 4.0. (Foto: istimewa)

Bintan - Sejumlah siswa di berbagai SD dan SMP Bintan diberikan ekstrakurikuler (ekskul) Science, Technology, Enginering dan Mathematics (STEM). Ekskul ini diinisiasi Banyan Tree Bintan bersama Fakultas Teknik Umrah Tanjungpinang.

Sasarannya adalah siswa SDN 004 dan SDN 001 Teluksebong serta SMPN 24 Bintan. STEM itu diperkenalkan untuk meningkatkan kapasitas SDM pendidikan di wilayah Kabupaten Bintan.

Manager CSR Banyan Tree, Henry Ali Singer mengatakan dalam program edutech for kids ini, para siswa yang berada di wilayah desa-desa se-Kecamatan Teluksebong harus memahami ilmu teknologi khususnya STEM ini sehingga dapat bersaing di era industri 4.0.

“Saat ini tren teknologi sangat tinggi. Siswa-siswa di desa harus setara kemampuannya dengan yang di kota. Jadi teknologi itu sudah merupakan kemampuan yang wajib dimiliki,” ujar Henri, Senin (30/9/2019).

STEM sendiri merupakan istilah yang sudah lama dipakai di dunia pendidikan. Dengan adanya program tersebut sebagai penunjang pendidikan anak, maka pengetahuan dan kemampuan akan sesuai dengan perkembangan dunia kerja saat ini.

Agar programnya berjalan maksimal, Fakultas Teknik Elektro UMRAH juga digandeng untuk menentukan program apa saja yang bisa dilatih atau diajarkan untuk siswa di Kecamatan Teluksebong.

“Kami menyampaikan keinginan kami dan pendanaan, pihak kampus yang menentukan programnya, tetapi haru sejalan dengan visi misi kami tadi,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager Banyan Tree, Alpha Eldiansyah menyampaikan dalam dunia pendidikan pihaknya terus berupaya mengembangkan anak tempatan. Tidak hanya beasiswa, beberapa program seperti STEM dan anak asuh perusahaan juga dilaksanakan.

“Teluksebong ada 6 desa dan 1 kelurahan , anak-anak disana banyak yang kami asuh dan kuliahkan. Bahkan sebagian dari mereka bekerja di perusahaan kami. Ini menunjukkan jika kapasitas pendidikan anak di desa-desa ini dapat ditingkatkan dengan pola pendidikan yang tepat dan berkelanjutan,” sebutnya.

(ary)