Fasilitas Berobat Gratis di RSUD Bintan Masih Jadi Idola Warga

Fasilitas Berobat Gratis di RSUD Bintan Masih Jadi Idola Warga

Bupati Apri Sujadi menjelaskan program bintan sehat yang harus didukung oleh tim medis dan pegawai RSUD Bintan. (Foto: istimewa)

Bintan - Fasilitas berobat gratis dengan hanya menggunakan KTP Elektronik (E-KTP) masih menjadi idola bagi warga Kabupaten Bintan. Sebab selain dapat dinikmati secara cuma-cuma pelayanan yang diberikan juga sangat maksimal.

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan fasilitas kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat telah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 tahun 2016.

“Jadi fasilitas berobat gratis itu tidak hanya bisa dinikmati di RSUD Bintan saja. Tetapi seluruh puskesmas se-Kabupaten Bintan juga bisa,” ujar Apri, Senin (30/9/2019).

Pemkab Bintan, kata Apri, ingin membantu dan meringankan beban masyarakat yang berada di 10 kecamatan dalam pembiayaan pelayanan kesehatan. Sehingga semua fasilitas kesehatan dapat dinikmati secara cuma-cuma. Namun hanya dikhususkan bagi Pelayanan Kelas III.

Dirut RSUD Bintan dr Benny Antomi bersama Bupati Bintan Apri Sujadi. (Foto: istimewa)

Fasilitas gratis itu meliputi rawat jalan tingkat pertama (RJTP), rawat inap tingkat pertama (RITP), rawat inap tingkat lanjutan (RITL), pelayanan gawat darurat (IGD/UGD) dan pelayanan transportasi rujukan.

“Tercatat dari Januari-Agustus 2019, angka kunjungan yang menikmati fasilitas berobat gratis menggunakan E-KTP Bintan ke RSUD Kijang mencapai 3.681 pasien. Itu belum lagi puskesmas, kita ada 15 puskesmas di Bintan,” jelasnya.

Direktur RSUD Bintan dr Benny Antomi membenarkan sudah 3.681 pasien yang berobat gratis di RSUD Kijang. Mereka menikmati tiga jenis layanan yaitu IGD, RITP dan RJTP.

“Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) paling terbanyak dinikmati yaitu 2.497 pasien dari 3.681 pasien. Sisanya RITP dan RJTP,” jelasnya.

Lonjakan pelayanan IGD terjadi di Juni 2019 yaitu 407 pasien. Lalu, paling banyak kedua di Januari ada 391 pasien, Februari ada 251 pasien, Maret ada 281 pasien, April ada 280 pasien, Mei ada 278 pasien, Juli ada 290 pasien dan Agustus ada 319 pasien.

Sedangkan RITP dan RJTP sebanyak 1.184 pasien. Dimulai dari Januari sama-sama memiliki kunjungan 91 pasien, Februari sama-sama ada 59 pasien, Maret sama-sama ada 60 pasien, April sama-sama ada 54 pasien, Mei sama-sama ada 65 pasien, Juni sama-sama ada 85 pasien, Juli sama-sama ada 110 pasien dan Agustus sama-sama ada 68 pasien.

Bila dikalkulasikan, angka kunjungan pasien dari kalangan masyarakat Kabupaten Bintan yang menggunakan fasilitas berobat gratis terhadap layanan IGD di RSUD Bintan itu mencapai 280-an pasien perbulannya.

“Kalau dihitung secara menyeluruh terhadap tiga layanan, RSUD Bintan melayani mencapai 14-15 pasien berobat gratis perharinya,” sebutnya.

Pelayanan kesehatan akan terus dibenahi guna memberikan layanan yang maksimal. Sebagai catatan untuk pasien yang di rawat inap setelah selesai perawatan di Rumah Sakit nantinya akan diberikan 1 kali kunjungan untuk kontrol ke rawat jalan (poliklinik). 

“Saat ini layanan kesehatan terus kita tingkatkan, kita berharap program kesehatan yang dicetuskan Bupati Bintan Apri Sujadi dapat berjalan dengan baik dan berlanjut,” ucapnya.

Maksimalkan Pelayanan, Pembangunan RSUD Dilanjutkan

Pembenahan terus dilakukan Pemkab Bintan demi memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan semua lini sektor diberlakukan hal yang sama seperti sektor kesehatan. Namun tidak hanya terfokus pada program saja melainkan juga pada proyek lainnya.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 10.939.169.178 untuk melaksanakan beberapa proyek di sektor kesehatan. Baik itu fisik maupun non fisik. 

“Anggaran itu dialokasikan ke dua dinas. Untuk di Dinas PUPR sebesar Rp 6.590.000.000 dan Dinkes sebesar Rp 4.349.169.178,” ujar Kadiskominfo Bintan, Aupa Samake.

Untuk Dinkes Bintan, kata Aupa, akan dilaksanakan beberapa proyek dengan sumber dana Rp 4.349.169.178. Dimuali dari pengembangan SIMRS RSUD Kijang Rp 145.000.000, pengadaan mesin incenerator RSUD Kijang Rp 1.394.420.518 belanja jasa kebersihan RSUD Kijang Rp 734.400.000 serta belanja pengadaan peralatan dan bahan pembersih RSUD Kijang Rp 266.000.000.

Bupati Bintan, Apri Sujadi didampingi Kepala OPD Bintan mengunjungi RSUD Bintan. (Foto: istimewa)

Lalu untuk fisiknya adalah pembangunan gedung instalasi laundri RSUD Kijang Rp 1.723.189.200, jasa konsultasi pengawasan pembangunannya Rp 50.000.000 dan jasa konsultasi perencanaan pembangunannya Rp 36.159.460.

“Ini belum termasuk biaya pengadaan obat dan lainnya untuk berobat gratis masyarakat Bintan,” jelasnya.

Sedangkan proyek yang dikucurkan Rp 6.590.000.000 kebDinas PUPR Bintan akan dipergunakan untuk pembangunan gedung lanjutan Rp 6.500.000.000 dan pengawasan teknis pembangunannya Rp 90.000.000.

“Ditargetkan sebelum akhir tahun ini selesai semuanya,” ucapnya. 

(Advertorial)