Kunjungi Puskesmas Senayang, Dinkes Lingga Beberkan Banyak Hal

Pelaksanaan lokakarya mini lintas sektor Puskesmas Senayang (Foto:Ist/Batamnews)

Lingga - Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Senayang dan Bakung Serumpun, menjadi tanggung jawab bersama elemen masyarakat di kedua kecamatan tersebut. Baik yang memiliki keterkaitan langsung, memiliki relasi, maupun yang berpengaruh besar pada semua sektor.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Lingga, dr Asri Wijaya melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan, Ahmad Mudlofir mengatakan, masalah kesehatan di Negeri Bunda Tanah Melayu ini memang kompleks. Baik dari segi penerapannya maupun pola hidup masyarakat itu sendiri yang belum menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

"Kemudian disamping itu, tantangan alam di tengah serangan kabut asap, lebih memperparah keadaan. Maka agar bisa menjalankan program kesehatan yang optimal dan dalam rangka menyikapi permasalahan kesehatan yang ada, perlu melibatkan semua pihak guna memperbaiki sistem dan bersama menjalankan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat," kata dia saat menggelar lokakarya mini lintas sektor Puskesmas Senayang, Sabtu (28/9/2019)

Mudlofir menjelaskan, lokakarya mini lintas sektor Puskesmas Senayang ini adalah salah satu ruang dalam membangun komitmen, dan menjadi misi gabungan di tingkat pemangku kepentingan di tingkat kecamatan. Pasalnya di dalam kegiatan ini terdapat camat, lurah dan kades. Kemudian juga ada tokoh agama, masyarakat dan aparat keamanan.

"Kegiatan ini didukung oleh tim dari Dinkes-PPKB Lingga. Kemudian juga hadir guru UKS di tingkat SD, SMP dan SMA serta tokoh pemuda dari kader kesehatan. Kegiatan ini kami lakukan satu hari ini saja," ujarnya.

Lanjut dia, pada kesempatan tersebut turut disampaikan terkait program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Baik itu Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Lingga, maupun PBI APBN serta rencana penambahan peserta pada tahun 2020 melalui bantuan APBD Kepri sebanyak 10.000 jiwa.

"Jadi kita juga menyampaikan bahwa apabila ada ibu hamil, orang yang sudah tua, atau sedang sakit dari masyarakat yang kurang manpu, belum memiliki kartu JKN-KIS, akan diprioritaskan masuk ke JKN-KIS melalui program sisipan atau penggantian kepada peserta JKN-KIS yang meninggal dunia, pindah keluar kabupaten, menjadi ASN/Polri/TNI, kartu ganda dengan PBI APBD dan APBN, maupun karena menjadi istri/suami dari ASN/Polri/TNI," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Kesga dan Gizi, Mas'ah serta Kasi Keluarga Berencana (KB), Hj Ellyati dari DKPPKB Lingga, yang juga sebagai pembina puskesmas di Kabupaten Lingga turut menyampaikan tentang program kb dan program dukungan lintas sektor dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak utamanya terkait pemeriksaan hamil, mengetahui faktor risiko secara dini, dan persalinan yang aman.

Diketahui, adapun agenda rapat dalam lokakarya mini lintas sektor Puskesmas Senayang ini yaitu, evaluasi capaian kinerja Puskesmas Senayang sampai dengan Agustus 2019. Kemudian usulan penambaham peserta JKN-KIS tahun 2020, dan dukungan lintas sektor terhadap pemeriksaan hamil dan persalinan tenaga kesehatan.

Selanjutnya pembahasan mengenai dampak kabut asap terhadap kesehatan, MoU dengan sekolah tentang program usaha kesehatan sekolah (UKS). Sedangakan tujuan kegiatan ini yakni, untuk dapat dilakukannya pemantauan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan puskesmas berdasarkan rencana pelaksanaan kegiatan puskesmas.

(ruz)