Tenang! Kenaikan Tarif Gojek Tak Pengaruhi Pendapatan Mitra

Tenang! Kenaikan Tarif Gojek Tak Pengaruhi Pendapatan Mitra

Manajemen GoJek saat berkunjung ke Kantor Redaksi Batamnews. (Foto: Batamnews)

Batam - Gojek Indonesia menaikan tarif serentak sesuai zonasi di seluruh Indonesia pada awal Agustus 2019 lalu. Kenaikan tarif ini sempat menuai pro kontra dari driver maupun konsumen.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda Handriawan meminta agar mitra tidak perlu khawatir terhadap penghasilan yang mereka dapatkan.

"Kenaikan tarif gojek tidak akan mempengaruhi pendapatan mitra. Padahal sebenarmya karna komponen tarifnya lebih besar, sebenarnya tidak ada perubahan yang naik banget atau pun turun banget, kurang lebih itu (pendapatan) sama," kata dia saat berkunjung ke Kantor Redaksi Batamnews, Rabu (25/9/2019).

Lelaki yang akrab disapa Andri tersebut mengatakan kenaikan yang dilakukan gojek merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan persaingan sehat dalam moda transportasi online. 

"Pemerintah menyadari bahwa pendapatan dari taksi online dan ojek online itu harus lebih banyak dari tarif, bukan dari subsidi bukan dari isentif," ujar Andri.

Kebijakan ini diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan nomor 348 tahun 2019. Tentang pedoman perhitungan biaya jasa pengguna sepeda motor yang digunakan untuk masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi. 

Pemerintah menyesuaikan tarif dasar, setelah melihat dari aplikator, dan menyadari tarif transportasi online sangat kecil buat mitra, akhirnya disesuaikan tarif dasar batas bawah, dan batas atas.

Andri menambahkan, setelah ada kebijakan tersebut, bahkan persaingan harga yang tidak sehat masih terjadi dalam layanan transportasi online. 

Hingga saat ini masih ada transpirtasi online yang menawarkan tarif dibawah tarif batas yang ditentukan. 

Dalam penerapan kebijakan tarif batas bawah dan batas atas tersebut. Andri mengungkapkan bahkan pemerintah sempat mewacanakan larangan diskon pada layanan online. Namun batal diterapkan karena protes dari masyarakat. 

"Ada peraturan apa kita support, kita sukseskan, kita bantu. Kalo bisa kita jalan bareng-bareng kita sinergikan. Akhirnya nanti bisa ada regulasi-regulasi yang menaungi semuanya yang menyangkut kepentingan masyarakat ramai," pungkasnya. 

(das)