Bunga Rafflesia di Hutan Kaltim Diteliti, Diduga Spesies Baru

Raflesia di hutan Kaltim.

Batam - BKSDA Kalimantan Timur bersama laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Kalimantan Timur, tengah meneliti bunga Rafflesia yang tumbuh di hutan Teluk Sumbang, kecamatan Bidukbiduk, kabupaten Berau. Diduga, bunga langka dari keluarga flora Rafflesia SP itu, merupakan spesies baru.

Kabar temuan adanya Rafflesia mengembang di hutan Teluk Sumbang, diterima BKSDA Kalimantan Timur bulan lalu. Tim BKSDA Kalimantan Timur bergerak ke lokasi.

"Lokasinya cukup jauh. Kami ambil sampel, dari kelopaknya dan dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan di Samarinda. Masih diteliti jenisnya apa," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Provinsi Kalimantan Timur Dheny Mardiono, Sabtu (21/9/2019) siang.

Dheny menerangkan, di lokasi, ada 2 lokasi pada inang untuk tumbuh Rafflesia di tanaman liana atau akar merambat. Sekilas, tanaman liana itu mirip seperti akar bajakah yang sempat heboh ditemukan di Kalimantan Tengah.

"Rafflesia itu jadi bunga, dan mekar. Masih di lokasi, waktu itu ada calon bunga atau masih kuncup bunga, panjangnya 11 cm. Belum mekar saja, sudah 11 cm. Tapi, dua minggu lalu kami dikabari, kuncup bunga itu sudah mekar," ujar Dheny.

"Ada banyak (calon bunga). Di lokasi pertama, ada 2 calon bunga. Lokasi kedua, calon bunga yang masih kuncup. Diameter paling kecil 2 cm, dan paling besar 11 cm. Jadi, dua minggu lalu (kuncup 11 cm) sudah mekar jadi bunga," tambahnya.

Saat ini, mitra BKSDA di sebuah penginapan wisata di Lamin Guntur Eco Lodge, tengah konsen untuk menjaga dan melindungi bunga Rafflesia yang dicurigai spesies baru itu. "Naik ke lokasi 1 jam jalan darat, dari Lamin Guntur. Jadi, dimanfaatkan Lamin Guntur itu jadi treking wisata alam. Ada yg datang melihat pengunjung," terang Dheny.

"Diketahui, Rafflesia itu tumbuh berbunga diketahui kedua kalinya, dengan sangat baik. Di wilayah kerja kami se-Kaltim, belum ada laporan temuan serupa. Tapi di Kalteng atau Kalbar, pernah ada juga. Hampir mirip informasinya," ungkapnya lagi.

Masih dijelaskan Dheny, temuan di Kalimantan Tengah itu, memang sudah pernah diteliti. "Tapi temuan di hutan Teluk Sumbang ini, hasil lab-nya belum kami dapatkan. Apakah benar sama atau bukan, atau bahkan jadi temuan spesies baru. Ada dua kemungkinan, sama atau tidak," terangnya.

"Kalau dari cirinya, tumbuh di akar Liana (akar yang merambat di pohon. Sekarang, teman-teman di Lamin Guntur Eco Lodge, ikut mengawasi. Bahkan, sudah dibuatkan peringatan awas jangan melintas ada tanaman Rafflesia. Yang datang, khususnya dari wisatawan mancanegara yang hobi treking wisata hutan alam," demikian Dheny mengakhiri.


(*)

SHARE US :