https://www.batamnews.co.id

Aktivis Lingkungan: TPA Punggur Sudah Tak Layak Digunakan

Pemukiman warga di dekat TPA Punggur (Foto:Yude/Batamnews)

Batam - Tempat penampungan air sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Nongsa, tidak berfungsi maksimal. Meski sudah disediakan, air hasil dari sampah masih ada yang tidak masuk ke penampungan.

Dari pantauan Batamnews di TPA Punggur, tinggi tumpukan sampah saat ini kurang lebih mencapai 20 meter. Disekitar TPA juga terdapat pemukiman warga yang setiap harinya mencari rejeki dari hasil mulung.

TPA Punggur yang diperkirakan luasnya mencapai 46 hektare itu juga bersebelahan dengan hutan lindung dan laut Punggur. Namun berdasarkan pantauan di lokasi, air sampah di sekitar lokasi masih belum maksimal terkelola.

Ketua Green Indonesia, Aldi Braga pun risih dengan keadaan itu. Ia mengatakan bahwa TPA Punggur sudah tidak layak lagi untuk menampung sampah.

“Sudah tidak layak lagi, tingginya sudah 20 meter. Air lindi (air sampah) juga sudah tidak dikelola,” kata dia kepada Batamnews, Senin (9/9/2019).

Aldi menyebutkan, air lindi yang ada di TPA Punggur ditakutkan menyebar kemana-mana, sehingga menjadi limbah yang tidak bermanfaat dan pencemaran lingkungan.

Padahal kata dia, TPA itu bisa dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA), sehingga mengurangi dampak pencemaran.

Ia juga mempertanyakan tentang air lindi yang menurutnya langsung mengarah ke arah laut dan juga adanya pemukiman di sana. Ia khawatir pemukiman tersebut terkena dampak dari tumpukan sampah yang sudah tinggi.

“Makanya harus buat baru, karena tempat lama sudah nggak layak. Lagian kan lahannya juga masih luas, baru terpakai 17.4 hektare,” ucapnya.

Ia menyarankan agar di dekat lindi tersebut dibangun tanggul. Hal ini bertujuan mengurangi risiko bahaya di lokasi yang bisa terjadi.

(ude)