Ketika Habibie Bercerita Asal Usul Batam

Ketika Habibie Bercerita Asal Usul Batam

BJ Habibie.

INDONESIA berduka. Presiden ke-3 RI BJ Habibie berpulang di usia yang ke-83, Rabu (11/9/2019) petang. Bagi warga Kota Batam, Provinsi Kepri, mantan Menteri Riset dan Teknologi (menristek) RI itu cukup familiar.

BJ Habibie mengepalai Otorita Batam (kini BP Batam) pada tahun 1978-Maret 1998. Ia menjabat Kepala OB usai menggantikan Dr Ibnu Sutowo yang menjadi Kepala Otorita Batam pertama tahun 1971-1976. Selepas Habibie, Otorita Batam dijabat Ismeth Abdullah pada 1998-2005.

Batam merupakan sebuah pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia serta berada di jalur pelayaran Internasional yang strategis Selat Malaka.

Perencanaan Batam dibangun oleh Persiden RI ke I Soekarno pada setelah Era konfrontasi pemerintah RI (Republik Indonesia) yang pada awalnya sebagai basis militer.

Dalam sebuah kunjungannya ke Batam pada 2017 lalu, Habibie bercerita di hadapan para pengusaha dan Kamar Dagang Industri (Kadin). Ia menjadi pembicara di Haris Hotel Batam saat itu.

Habibie bercerita, "Pada Era konfrontasi Jenderal Soeharto diutus ke Batam," ujarnya

Saat itu, Soeharto pertama kali ke Batam untuk memantau Selat Singapura. "Batam kala itu masih berupa pulau kosong tak berpenghuni, hanya ada kancil, ular piton serta binatang lainnya," ungkapnya.

Singkat cerita, Habibie kemudian diutus Presiden Soeharto untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menata dan mengembangkan Batam. Habibie kala itu baru pulang dari Jerman.

"Saat dipanggil, saya tidak tahu Batam itu di mana," ujar Habibie

Habibie mengatakan, kala itu ada sekitar 6.000 orang masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan. Batam kemudian menjadi wilayah industri yang diharapkan bisa berkontribusi pada perekonomian nasional.

Batam kemudian ditetapkan sebagai basis industrialisasi pada tahun 1971. Secara teknis Batam dikelola oleh sebuah lembaga khusus bernama Badan Pimpinan Pengembangan Industri Pulau Batam (BPPIPB) yang kemudian dikenal dengan sebutan Otorita Batam (OB).

(fox)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews