PLN Batam Lepas Dua Atlet Sepak Takraw ke Pelatnas SEA Games 2019

Dirut PLN Batam Dadan Kurniadipura bersama Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Yan Fitri melepas dua atlet takraw asal Kepri yang akan berlaga di SEA Games. (Foto: Diah/batamnews)

Batam - Provinsi Kepri melepas 2 atlet sepak takraw untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2019 di Filipina. 

Pelepasan ini digelar oleh PLN Batam dan Pemprov Kepri beserta Polda Kepri, di ballrom Tanjung Kasam Bright PLN Batam lantai 5 Batam Center. 

Dedy Setiawan dan Muhammad Fitra, yang mewakili nama Indonesia untuk bertanding di cabang sepak takraw putra Sea Games. Selama 30 hari kedepan, mereka akan mengikuti training camp di Pattaya, Thailand. 

PLN sebagai perusahaan pelayanan publik mengaku, dukungan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap olahraga, seni dan budaya yang memang menjadi program CSR anak perusahaan PT PLN Persero ini.

"Kami sangat mendukung melahirkan atlet-tlet berprestasi," kata Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, Jumat (30/8/2019). 

Dukungan yang saat ini diberikan Brigth PLN Batam kepada kedua atlet Kepri, di Sea Games 2019 ini, diberikan dalam bentuk tiket pesawat. 

Dadan berharap, kedepannya PLN Batam juga bisa mendukung olahraga lainnya, agar olahraga Kepri bisa terus berbicara di kancah internasional. "Kalau Kepri punya nama kita juga bangga," ucapnya. 

Keberangkatan atlet sepak takraw Kepri, mewakili Indonesia untuk Pelatnas di Pattaya Thailand ini, disebutkan Wakapolda Kepri, Yan Fitri, sebagai hal yang sudah sangat dirindukan selama 30 tahun. 

Prestasi yang didapatkan oleh kedua pahlawan sepak takraw Kepri ini, disebut mengingatkan masa kejayaan Kepri di era tahun 80-90 untuk bidang olahraga ini. Dimana sepak takraw disebut sebagai olahraga asal Kepri karena berhasil melahirkan atlet-atlet kebanggaan di Tanah Melayu ini. 

"30 tahun Kepri menanti untuk bisa bertanding di Internasional oleh sebab itu kita memberi apresiasi setinggi-tingginya," ujarnya. 

Yan juga berpesan kepada kaum muda Kepri untuk belajar dari dua atlet tersebut. Mulai mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan kembali pada aktivitas normal yang berhubungan dengan komunikasi kepada manusia, salah satunya olahraga. 

"Gemarnya putra-putri di bidang olahraga akan melahirkan jiwa unggul untuk mengisi masa depan mereka dan menjadi pemimpin negeri," tutupnya. 

(das)