https://www.batamnews.co.id

28 Tahun Bertahan di Batam, Foster Akhirnya Hengkang

Bangunan gedung PT Foster Indonesia di kawasan industri Batamindo. (Foto: Dyah/batamnews)

Batam - Industri manufaktur di Batam seolah memasuki fase 'musim gugur'. Beberapa perusahaan besar yang menyerap banyak tenaga kerja bersiap menutup operasi di Kota Industri ini.

Setelah PT Unisem sempat menarik perhatian masyarakat dengan informasi rencana tutupnya usai puluhan tahun beroperasi di Batam, kini PT Foster Indonesia yang telah 28 tahun beroperasi juga tutup dan memindahkan basis operasinya. 

Diketahui, PT Foster Indonesia resmi tutup sejak Januari 2019. Perusahaan manufaktur yang sudah beroperasi sejak 1991 tersebut, saat ini jumlah karyawan tinggal menyisakan 7 orang karyawan untuk urusan administrasi. 

Dari pantauan Batamnews, gedung PT Foster Indonesia di kawasan industri Batamindo tampak kosong. Tidak afa lagi terlihat aktivitas produksi yang berlangsung di dalamnya. 

Peralatan-peralatan dan bahan produksi yang biasanya terlihat dari sisi jalan raya kawasan Batamindo, sudah mulai kosong. Bahkan satpam yang berjaga hanya satu orang, untuk mengawasi sisa aset yang ada. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rudi Sakyakirti, mengonfirmasi, jika tutupnya PT Foster sudah dilaporkan sejak setahun lalu. 

Hingga 2018, ada 1.666 orang jumlah karyawan perusahaan itu yang tercatat kena pemutusan hubungan kerja. Ribuan tenaga kerja yang memproduksi pengeras suara ini sudah mendapat haknya usai di-PHK. 

"Oh sudah lama itu. Sudah selesai malahan (pesangonnya)," kata Rudi, Kamis (22/8/2019)

Dari informasi yang didapat di Kawasan Batamindo, tutupnya PT Foster dikarenakan perusahaan ingin memindahkan usahanya yang ada di Batam ke Special Economic Zone (SEZ) di Thilawa, Myanmar. 

Faktor penyebab pemindahan operasi karena kenyamanan dalam berinvestasi termasuk pertimbangan investor di suatu negara pilihannya

"Kalau itu (pindah operasi) bukan urusan saya, yang terpenting buat saya dengan pekerja selesai," ujar Rudi. 

(das)