Korban Pemukulan Billy Cs di Kelenteng Alami Trauma

Korban Pemukulan Billy Cs di Kelenteng Alami Trauma

Kelenteng Cetiya Arya Deva Karimun yang menjadi lokasi Billy berbuat onar. (Foto: edo/batamnews)

Karimun - Aksi onar pengusaha hotel di Karimun, Billy bersama rekannya menuai sorotan oleh warga. Hal ini cukup beralasan mengingat keributan itu terjadi di tempat ibadah yaitu Kelenteng Catiya Aria Deva, Kelurahan Baran.

Billy bersama temannya datang ke Kelenteng Cetiya Arya Deva dan langsung mendekati seorang remaja berusia 17 berinisial T. Dalam rombongan Billy itu, ada seorang remaja yang berinisial A.

Kejadian tersebut pada Sabtu (10/8/2019) malam lalu, di , Karimun. Tampak T diintimidasi dipukul. Hal itu diketahui dari rekaman CCTv serta video yang diambil seseorang menggunakan ponsel.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara, mengatakan bahwa persoalan tersebut berawal dari sekolah kedua remaja itu.

"Hari Jumat, si A dipukul oleh T, gara-gara A geber-geber motor di sekolah. Hari Sabtu, A balas pukul T," kata Lulik.

Baca: Warga Resah Billy Bikin Onar di Kelenteng Cetiya Aria Deva Karimun

Akibat kasus tersebut, kedua belah pihak melaporkan ke Polres Karimun dan masih dilakukan gelar perkara.

Sementara itu, Man, seorang warga yang dijumpai di kelenteng, menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Billy. Dimana melakukan keributan di tempat ibadah dan dilakukan pada seorang anak di bawah umur.

"Anak kecil itu masih anak sekolah, kenapa digituin (dipukul). Saya sebagai masyarakat sangat menyayangkan itu," kata Man, kemarin.

Baca: Billy Berulah Lagi, Ini Reaksi Kapolres Karimun

Permasalahan itu merupakan persoalan anak sekolah. Namun, aksi brutal itu dilakukan oleh pengusaha hotel bersama rekan-rekannya.

"Kalau masalah kecil itu, kita sebagai orang tua harus menasehati, bukan bertindak lanjutkan atau pemukulan," ujarnya.

Dalam video yang terekam, pengusaha hotel tersebut merangkul leher remaja tersebut. Sementara, satu orang terlihat memukul T beberapa kali di hadapan sejumlah orang.

Dari keterangan Man, T tidak hanya dipukul. Tapi, juga disuruh untuk berlutut di hadapan rombongan tersebut.

"Anak ini juga dipaksa suruh berlutut. Tapi si anak ini menolak dan jawab, saya berlutut sama orang tua saya saja, dan orang itu malah ditempeng" kata Man.

Akibat dari pelakuan rombongan tersebut, T telah dilakukan visum. Namun, lehernya merasa sakit dan kembali berobat.

"Sudah visum. Tapi tadi saya dapat cerita dari orang tuanya, leher anaknya itu merasa sakit dan pergi ke dokter lagi. Sekarang anak itu mengalami trauma," ujarnya.

(aha)