Pembangunan Estuari Dam Busung Bikin Galau Perangkat Desa di Bintan
Jembatan di Desa Busung. (Foto: ilustrasi/net)
Bintan - Pembangunan Estuari Dam Busung yang rencananya akan dikerjakan Satker BWS Sumatera IV belum ada kepastian. Hal ini membuat desa yang akan terimbas pembangunan dam menunggu-nunggu kepastian untuk menyelaraskan dengan program kerja desa.
Perangkat desa mengaku bingung untuk melaksanakan kegiatan jika belum ada kepastiaan dengan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang senilai Rp 1,3 triliun tersebut.
Kades Kuala Sempang, Mohammad Hatta merasa galau dengan proyek Dam Busung ini. Apabila rencana itu terealisasi maka desa yang dipimpinnya sudah pasti akan terkena dampak paling luas.
"Informasinya dam itu menelan lahan 2500 hektare (Ha). Jika benar desa kami terkena, tapi sampai saat ini kabar rencana pembangunan dam belum jelas. Jadi kami juga bingung untuk melaksanakan pembangunan desa seperti apa," ujar Hatta, Minggu (4/8/2019)
Memang hingga saat ini isu Dam Busung terus bergulir. Sehingga beberapa rencana pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan melalui APBDes juga akan dikaji apabila proyek tersebut terealisasi.
Karena jika tak ada kajian pembangunan yang dikerjakan akan percuma dan sia-sia. Bahkan memubazirkan anggaran karena pembangunan tidak akan bisa berfungsi atau digunakan.
Kemudian bangunan yang sudah ada juga harus direlokasi. Jika tidak akan menimbulkan suatu masalah besar seperti SMK Maritim yang diperkirakan terkena imbas.
"Jika dam dibangun maka bangunan lainnya tidak bisa digunakan dan harus direlokasi. Tapi belum tau proses relokasinya lalu kami berencana bangun jalan atau jembatan di desa ini, lantas kalau dam itu ada pasti tenggelam. Inikan sia-sia juga, jadi bingung kami dibuatnya," katanya.
(ary)
Komentar Via Facebook :